Jelang Pemilu, Ini Instruksi Mendagri untuk Humas Pemda

 Selasa, Tanggal 12-02-2019, jam 12:08:15
Mendagri Tjahjo Kumolo

JAKARTA – Humas pemda diminta untuk lebih proaktif dalam menyampaikan keberhasilan pemerintah. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ketika mengumpulkan 514 humas pemerintah daerah (Pemda) dari tingkat provinsi hingga kabupaten kota se-Indonesia.

“Tapi harus bisa jadi juru bicara, baik pemerintah pusat dan daerah. Siapapun presidennya, siapapun gubernurnya, wajib untuk menyuarakan apa yang dikerjakan oleh pemerintah,” kata Tjahjo dalam keterangannya, Selasa (12/2/2019).

Selain jadi juru bicara keberhasilan pemerintah, humas juga diminta aktif mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Humas diharapkan bisa mendorong warga agar menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS).

“Tugas humas menyampaikan hak suara masyarakat terjaga, untuk bisa hadir di TPS. Tingkat partisipasi, sangat penting. Kita terus kampanye untuk menggerakkan masyarakat di daerah untuk mau datang ke TPS,” ujarnya.

Meski demikian, Tjahjo mengakui tugas humas tidaklah mudah, apalagi dengan terbatasnya fasilitas atau sarana yang dimiliki beberapa pemda. Terutama di kawasan Indonesia Timur.

“Kalau humas tingkat dua yang di bagian timur website saja belum ada,” ungkapnya.

Selain itu, Tjahjo mengingatkan Biro Hukum Pemda untuk ikut proaktif memberikan masukan. Baik diminta maupun tidak diminta oleh kepala daerah.

“Khususnya, yang terkait tentang perencanaan anggaran dan lingkungan hidup. Jadi, siapapun wali kota, bupati, gubernur harus diberikan masukan sebelum teken kontrak dengan DPRD menyangkut APBD. Masalah anggaran yang harus kita lebih fokus dan tertib,” tandasnya.(jpnn/fat/kpc)

Berita Terkait