Dua Tahun Dipelihara, Warga Serahkan Buaya Muara ke BKSDA

 Selasa, Tanggal 12-02-2019, jam 05:33:26
Petugas BKSDA beserta Bhabinkamtibmas Aipda Toha menunjukkan buaya muara yang diserahkan Warga di Jalan RTA Milono Km 5, Senin (11/2).` (DANANG/KALTENG POS)

PALANGKA RAYA-Buaya muara kembali diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng. Buaya sepanjang 1,2 meter itu diambil dari warga Jalan RTA Milono, KM,5. Depan Kantor Samsat Kota Palangka Raya, Senin sore (11/2).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah Satu BKSDA Kalteng, Junaidi Slamet Wibowo mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan Buaya Muara yang dipelihara di lingkungan rumah warga, setelah pemiliknya melaporkannya.

“Jadi ini bukan disita melainkan ini diserahkan oleh pemiliknya, setelah mendapat laporan kemudian kami bergerak untuk mengamankan Buaya jenis muara ini,”ujar Junaidi kepada Kalteng Pos setelah di depan rumah pemilik buaya, Senin (11/2)

Setelah mendapat laporan dari warga kemudian bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Kecamatan Jekan Raya Aipda Toha, laporan masuk ke balai BKSDA Kalteng.

"Kami tindak lanjuti. Dan kami berencana besok (hari ini) akan mengevakuasi beberapa satwa miliknya yang ia serahkan kepada BKSDA. Ada 1 ekor buaya yang kami amankan dan besok (hari ini) satu  owa-owa dan dua monyet akan kami amankan  karena kebetulan yang  bersangkutan menyerahkan semua satwa yang ia miliki,” tuturnya.

Dia menambahkan kalau buaya tersebut memilki panjang 1,2 m namun belum diketahui jenis kelaminnya. “Saat ini belum sempat memeriksa jenis kelaminnya nanti saat di Tangkiling kami akan memeriksanya lebih lanjut,” jelasnya.

Dia menerangkan asal mula pemilik mendapat buaya tersebut, pemilik memelihara buaya itu sejak ukuran 30 Cm, dan dipelihara di sebuah kolam kecil, dan dia memeliharanya selama 2 tahun, buaya itu ia dapat dari sesorang.

“Semenjak buaya ini ukuran 30 cm dibawa dan di pelihara  di rumah tersebut, ada orang yang membawa kesitu, dan sudah 2 tahun berada di kolam milik warga,” jelasnya.

Dia menambahkan selain karena adanya laporan dari warga, juga karena tidak ada surat-surat untuk memelihara satwa liar tersebtu, dan rencananya akan kami letakkan di taman wisata tangkiling karena disitulah ada kolam biasa untuk menampung buaya tersebut.

“Jenis buaya ini merupakan satwa yang dilindungi, dan akan kami pindahkan ke taman wisata Tangkiling,” tambahnya.

Dia juga mengimbau, kepada masyarakat Palangka Raya, untuk tidak memelihara satawa-satwa liar didalam rumah ataupun di properti-properti karena membahayakan bagi diri sendiri ataupun orang lain yanga da disekitarnya. “Juga kasihan bagi satwa tersebut tidak dapat berkembang biak seperti satwa di alam liar lainnya,”tutupnya. (*ana/ala/ctk)

Berita Terkait