Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri membuka rakor teknis bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian se Kalteng, Senin (11/2/2019).


PALANGKA RAYA - Angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Tengah, hingga saat ini masih relatif rendah jika dibanding jumlah penduduk dan angkatan kerjanya. Berdasarkan data, angka pengangguran di Kalteng hanya sekitar 4,01 persen.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri saat membuka rapat koordinasi teknis bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, di Hotel Luwansa Palangka Raya, Senin (11/2).

"Jika dihitung berdasarkan jumlah masyarakat Kalteng, maka angka pengangguran kita hanya sekitar 4,01 persen atau sekitar 54 ribu orang,” kata Fahrizal.

Selain itu, lanjut dia, dalam Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Kalteng tahun 2016-2018, juga terus menunjukan grafik meningkat, dari tahun 2016 sebesar 59,40, tahun 2017 sebesar 63,48 dan tahun 2018 sebesar 66,68.

"Penilaian IPK ini dilakukan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan indikator utama serta data pendukung yang lengkap dan valid," ujarnya.

Keberhasilan menekan angka pengangguran tersebut, menurut Fahrizal, tak lepas dari salah satu wujud kerjasama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng yang melaksanakan komunikasi serta sinergitas yang baik antarlembaga lintas sektoral.

Karena itu, ujarnya, rakor yang dilaksanakan diharapkan akan dapat mempertajam upaya-upaya peningkatan kesejateraan masyarakat dan memperluas dan menganekaragamkan lapangan kerja. Sehingga visi misi Kalteng Berkah dapat terwujud. (idu/OL/nto)

You Might Also Like