Ilustrasi.NET


KUALA PEMBUANG – Memasuki tahun 2019, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih saja terjadi. Bahkan cukup banyak warga yang terserang penyakit demam berdarah tersebut, khususnya di Kota Kuala Pembuang.

Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan Mahdiniansyah mengimbau agar seluruh masyarakat di Seruya, khususnya di Kuala Pembuang, untuk mewaspadai DBD dengan membentengi diri serta keluarga. Yakni, dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat serta menggalakkan kembali gerakan 3M Plus serta rutin melakukan gotong-royong di lingkungannya masing-masing.

Menurut Mahdiniansyah, penyakit DBD dapat ditangkal. Namun semuanya tergantung dari pola hidup dan lingkungan sekitar. Dimana untuk mencegahnya diperlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Apabila ada anggota keluarga yang mendadak panas, terutama anak-anak, diharapkan segera periksa ke pusat kesehatan masyarakat atau petugas kesehatan terdekat.

“Apabila ada anggota keluarga atau tetangganya yang mengalami panas tinggi yang mendadak, hendaknya segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan atau dokter terdekat. Jangan sampai terlambat memeriksakannya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mahdniansyah, Rabu (6/2).

Dalam hal penanganan penyebaran penyakit DBD, Dinkes Seruyan pun sudah melakukan fogging sekitar Kuala Pembuang, guna mencegah meluasnya penyebaran DBD. Bahkan pihaknya menerjunkan penyuluh kesehatan di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Seruyan. Petugas tersebut untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait penyakit DBD.

“Fogging fokus di Kota Kuala Pembuang sudah dilakukan. Tapi masyarakat harus selalu menjaga kebersihan lingkungannya, dan kalau tidur tetap menggunakan kelambu ataupun obat nyamuk, serta melakukan 3M Plus,” tegasnya.

Namun warga Kuala Pembuang hingga saat ini masih dihantui penyakit DBD tersebut. Bahkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang sudah merawat puluhan pasien penderita DBD sejak awal Januari lalu.

Di tempat terpisah, Kabid Pelayanan pada RSUD Kuala Pembuang dr H Reson Rusdianto mengatakan, sejak 1-24 Januari lalu, sudah ada 25 pasien yang dirawat di RSUD Kuala Pembuang, dan kebanyakan anak-anak.

Dijelaskannya, kasus DBD yang ditangani di rumah sakit setempat, yakni 22 kasus diderita anak-anak dan 3 kasus orang dewasa. Sedangkan wilayah sebaran BDB hampir menyeluruh di seputaran Kota Kuala Pembuang.

“Kami sudah sampaikan data-datanya ke Dinas Kesehatan Seruyan untuk dilakukan tidakan selanjutnya, dan kami berharap agar penyakit ini tidak meluas,” tegasnya. (yad/ens/iha/CTK)

You Might Also Like