KPU Coret Lima Caleg Provinsi

 Jum`at, Tanggal 08-02-2019, jam 06:00:12


PALANGKA RAYA- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng, Sastriadi mengatakan, informasi terbaru terkait calon legislatif (caleg) DPRD Kalteng, ada lima orang yang telah dicoret. Mereka yang dicoret tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), lantaran meninggal dunia atau diberhentikan dari keanggotaan partai.

“DPRD Kalteng ada perubahan DCT. Ada lima caleg yang sudah dinyatakan TMS,” ungkapnya, Kamis (7/2).

Dijelaskannya, data terbaru perubahan DCT pada akhir Januari 2019 lalu, terjadi perubahan di kabupaten/kota dan DPRD Kalteng saja. Sedangkan untuk DPD dan DPR RI, masih belum ada informasi terbaru terkait caleg yang dinyatakan TMS.

“Di kabupaten/kota ada beberapa. Untuk caleg DPRD Kalteng memang sudah tercatat ada lima orang. Sedangkan DPR RI, masih belum dapat informasi,” ucapnya kepada Kalteng Pos.

Menurutnya, mereka yang dinyatakan TMS ialah caleg dengan jenis kelamin laki-laki. Tentu tidak memengaruhi 30 persen keterwakilan perempuan. Sebab, pengaruh keterwakilan 30 persen perempuan itu, pada tahap pengajuan calon. Jika sudah ditetapkan sebagai calon dan dinyatakan TMS, maka tidak akan berpengaruh.

“Pengaruh 30 persen keterwakilan perempuan itu hanya berlaku saat pengajuan calon. Lagipula yang dinyatakan TMS saat ini semuanya adalah laki-laki,” bebernya.

Ditambahkan Sastriadi, persiapan pemilu 2019 terus dilakukan sampai saat ini. Pihaknya terus berkoordinasi dengan KPU yang ada di kabupaten/kota. Begitu pun soal penyaluran logistik ke beberapa daerah, masih dalam proses.  “Tidak ada kendala. Jika memang ada beberapa kendala teknis, sudah kami selesaikan bersama,” pungkasnya.

Ketua KNPI Tetap Nyaleg, Syahrudin Batal Maju

Menjelang pelaksanaan pemilu pada bulan April mendatang, para peserta semakin gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat demi meraup suara.

Ada juga yang nekat melakukan segala cara, yang diduga untuk menghalangi seseorang maju dalam pencalonan. Hal tersebut seperti yang dialami oleh Ketua KNPI Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf.

Dalam postingan akun facebook bernama Wahid_Yusuf167, diunggah pesan yang menyatakan bahwa ketua KNPI Kota ini mengundurkan diri dari pencalonan sebagai anggota legislatif. Unggahan itu tertulis; Menyampaikan kepada masyarakat Kota Palangka Raya, teman-teman dan saudara sekalian, hari ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai calon anggota legislatif dari Partai Golkar Kota.

Terkait unggahan tersebut, Wahid pun memberikan klarifikasi.

“Saya tetap maju pada pileg nanti. Facebook saya di-hack orang. Sampai ke WhatsApp aku neh balum bisa aktif. IG juga belum bisa aktif. Kalau saya tidak maju, maka akan semakin senang orang yang hack itu,” ungkapnya kepada Kalteng Pos via telepon, Kamis (7/2).

Dikisahkannya, kejadian tersebut terjadi setelah dirinya mengunggah video burung. Setelah itu, tidak bisa masuk lagi. Begitu pun dengan IG miliknya. Kejadian tersebut diperkirakan dua hari yang lalu.

 

Meskipun demikian, dirinya tak mau ambil pusing dengan hal itu. Ia tetap memastikan diri untuk maju pada pileg mendatang. Saat ini ia masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Terpisah, Anggota DPRD Kalteng Syahrudin Durasid memastikan diri tidak maju sebagai kontestan dalam pelaksanaan pileg mendatang. Hal itu dikarenakan dirinya merasa ada sejalan dengan kepemimpinan partai.

“Meski begitu, saya tetap berada bersama Partai PAN. Tidak cocok dengan ketuanya saja. Jadi tidak berarti saya berhenti. Saya tetap berkiprah bersama partai,” tuturnya.

Menurutnya PAN merupakan partai yang memiliki ideologi. Karena itu, aturan partai harus ditegakkan.

“Bagaimana kita bisa menegakkan sesuatu, jika internal partai saja tidak memerhatikan itu. Ketidakcocokan dalam tubuh partai politik merupakan hal yang biasa. Akan tetapi,  tidak cocok dengan pimpinan bukan berarti tidak cocok dengan ideologi partai,” pungkas Syahrudin. (abw/nue/ce/ala) 

Berita Terkait