Enam orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (23/1). (Ridwan/JawaPos.com)


JAKARTA - Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap terhadap anggota Komisi B DPRD Kalteng, Rabu (23/1/2019). Sidang menghadirkan sejumlah saksi, di antaranya Ketua DPRD Kalteng, R Atu Narang.

Dalam persidangan Atu Narang bersaksi untuk tiga terdakwa, Edy Saputra Suradja selaku Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk yang juga Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), Willy Agung Adipradhana selaku Direktur Operasional Sinar Mas wilayah Kalimantan Tengah IV, V dan Gunungmas/Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinar Mas 6A Kalimantan Tengah-Utara, dan Teguh Dudy Syamsuri Zaldy selaku Department Head Document and License Perkebunan Sinar Mas untuk wilayah Kalimantan Tengah-Utara.

Dalam persidangan tersebut, terungkap fakta tentang adanya laporan perjalanan dinas fiktif yang dibuat dengan tujuan untuk mencairkan dana perjalanan dinas anggota Komisi B DPRD Kalteng.

Terkait laporan pertanggungjawaban perjalanan dinas tersebut, Ketua DPRD Kalteng R Atu Narang mengaku bahwa ia membaca laporan tertulis kunjungan tersebut.

"Saya pernah lihat tapi saya lupa isinya, hasilnya mengnai temuan mereka," kata Atu.

Sementara itu, dalam dakwaannya Jaksa KPK membeberkan adanya laporan kunjungan kerja Komisi B ke Jakarta pada 27-29 September 2018.

Jaksa kemudian memperlihatkan barang bukti berupa laporan pertanggungjawaban anggaran kunjungan kerja yang ternyata mencantumkan laporan kegiatan kunjungan ke PT Agro Indomas dan PT BAP.

Di dalam laporan itu disebutkan sebanyak 22 orang rombongan anggota DPRD Kalteng melakukan kunjungan ke Jakarta.

Namun anggota Komisi B, Totok Sugiharto yang juga dihadirkan sebagai salah satu saksi membantah adanya kunjungan ke Agro Indomas.

Pernyataan Totok juga diperkuat staf Komisi B, Yanson yang mengakui bahwa laporan kegiatan itu fiktif yang dibuat supaya seolah-olah anggaran telah digunakan untuk kunjungan kerja.

"Laporan tersebut, cuma untuk pertanggungjawaban keuangan. Tapi cairnya saya menunggu pimpinan," ujar Yanson. (JPC/nto/KPC)

You Might Also Like