Diperlukan Tenaga 20 Orang Hanya Untuk Bisa Menggeser Batu

Ditemukan di Kolong Rumah, Ternyata Tugu Berumur Ratusan Tahun

 Rabu, Tanggal 23-01-2019, jam 09:05:29
Camat Danau Sembuluh Robi Kurniawan ketika memperlihat tugu batu peninggalan zaman Belanda di depan kantornya. (SONY/KALTENG POS)

KUALA PEMBUANG – Di Desa Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, ditemukan beberapa situs budaya yang belum mendapat perhatian. Selain meriam peninggalan Belanda yang saat ini sering digunakan untuk festival, di lokasi tersebut ternyata juga ada tugu yang diperkirakan sudah berumur ratusan tahun.

Tugu itu berada di depan rumah dinas Camat Danau Sembuluh. Namun awalnya batu berukuran 1 x 1 meter ini ditemukan di kolong rumah salah satu warga setempat.

Camat Danau Sembuluh Robi Kurniawan mengatakan, awalnya seluruh warga mengira hanya batu biasa, sehingga tidak ada yang memperdulikannya. Tapi setelah sekian lama diperhatikan keberadaan batu tersebut dianggap memiliki nilai sejarah. Pasalnya di tengah-tengah batu tersebut ada lempengan tembaga bertuliskan tahun pembuatannya.

Tetapi tulisan tersebut nampak samar-samar dan tidak terlihat jelas. Setelah koordinasi dengan pihak terkait, akhirnya batu sejarah itu diangkat dari kolong rumah warga ke rumah dinas camat.

"Ternyata untuk mengangkat batu atau tugu ini membutuhkan hingga 20 orang. Itu pun tidak serta merta diangkat, tetapi diseret dan ternyata berat sekali," kata Robi Kurniawan.

Karena jarak kurang lebih 200 meter dari tempat semula ke cumat camat, membuat warga harus menguras tenaga ekstra untuk memindahkan batu itu.  Keberadaan batu ini diyakini memiliki nilai sejarah dan bukan sebagai batu atau pondasi tugu biasa. Sejarah ini sebagai bukti bahwa Desa Telaga Pulang pada masa lampau pernah menjadi kota  pemerintahan adminstratif pertama di Kabupaten Seruyan.

"Kami meyakini itu dikuatkan dengan cerita para leluhur yang mengetahui keberadaannya. Apalagi dengan berbagai bukti banyaknya situs budaya yang ada di wilayah Kecamatan Danau Sembuluh ini," pungkasnya.

Robi menambahkan, terkait banyaknya situs budaya ini, pihaknya akan berkoordinasi agar bisa dilestarikan dan keberadaanya tetap terjaga. Dengan harapan di masa yang akan datang bisa diwarisi generasi yang akan datang berkaitan dengan adanya peninggalan masa lampau. (son/ens/ctk/nto)

Berita Terkait