Di Tempat Ini Naik Haji Harus Tunggu 24 Tahun

 Sabtu, Tanggal 19-01-2019, jam 10:20:08
Ilustrasi

TANJUNG SELOR-Daftar tunggu haji di Kalimantan Utara (Kaltara) sangat lama. Jika mendaftar di 2019 ini, baru bisa berangkat pada 2043 mendatang, atau 24 tahun kemudian.

Jika diibaratkan orang yang menempuh pendidikan secara normal, waktu daftar tunggu tersebut hampir setara dengan usia menyelesaikan pendidikan di jenjang sarjana.

Saat ini saja, daftar tunggu haji sudah mencapai 8.495 orang. Animo masyarakat Kaltara untuk menunaikan haji, juga terbilang cukup tinggi. di perkirakan, daftar tunggu akan terus bertambah. Sedangkan yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun ini, sebanyak 414 orang.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara, Muhammad Aslam, mereka yang sudah masuk daftar tunggu bisa cepat menunaikan ibadah haji ketika ada yang berhalangan.

Di antaranya, kata dia, ketika ada yang meninggal dunia atau berhalangan berangkat karena sakit. Jika ada yang berhalangan pada saat sudah masuk daftar untuk diberangkatkan, maka akan diganti dengan daftar tunggu berikutnya.

Selain itu, lanjutnya, calon jemaah haji yang meninggal dunia bisa digantikan dengan ahli waris, dengan persyaratan dan ketentuan yang telah diatur.

“Yang dapat menggantikan calon jemaah wafat adalah suami, istri, anak kandung atau menantu. Pengajuan penggantian harus diketahui RT, RW, lurah, dan camat,” jelasnya dikutip dari Harian Rakyat Kaltara (Jawa Pos Group), Kamis (17/1).

“Calon jemaah haji yang berhalangan dan tidak bisa berangkat ke Tanah Suci itu harus sudah melunasi seluruh biaya haji agar dapat digantikan oleh ahli waris,” sambungnya.

Untuk teknis penggantiannya, kata dia, ahli waris mengajukan surat rekomendasi penggantian ke Kemenag kabupaten/kota, lalu mengurus ke Kemenag provinsi dan pusat. “Di daerah sekadar memberi rekomendasi saja, dan ahli waris mengajukan ke Dirjen Haji," ujarnya.

Dari 414 calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun ini, paling banyak berasal dari Kota Tarakan, dengan jumlah 149 orang. Sedangkan jumlah paling sedikit dari Kabupaten Tana Tidung 16 orang. (jpg)

 

Berita Terkait