Begini Cara Dokter Untuk Turunkan Bobot Titi Wati Secara Cepat

 Minggu, Tanggal 13-01-2019, jam 08:42:30
Ilustrasi operasi. (foto: net)

PALANGKA RAYA – Penderita obesitas, Titi Wati saat ini telah mulai menjalani tahapan-tahapan upaya pengurangan berat badan secara medis di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Wanita dengan bobot 220 kilogram ini menurut rencana akan menjalani operasi sepekan ke depan.

Banyak pihak bertanya-tanya operasi dan tindakan medis seperti apakan yang dilakukan terhadap Titi Wati, agar berat badannya bisa kembali normal. Terlebih dokter menyatakan, nantinya penurunan bobot Titi Wati ditargetkan mencapai 15 hingga 20 kilogram per bulan.

Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus, dr Theodorus Sapta Admadja menjelaskan, upaya utama yang dilakukan terhadap Titi Wati adalah dengan tindakan operasi batriatik.

“Penjelasan gampangnya, operasi ini adalah untuk mengurangi ukuran atau volume lambung. Sehingga nantinya, porsi asupan makanan juga otomatis akan berkurang signifikan,” jelas Theo, Sabtu (12/1/2019).

Selain pengurangan asupan makanan melalui pengurangan ukuran lambung, lanjut Theo, pihaknya juga akan melakukan pengaturan dan pengawasan asupan kalori yang masuk ke tubuh Titi Wati selama menjalani masa perawatan.

"Dengan berkurangnya asupan makan, maka diharapkan berat badan juga berkurang. Target kita sekitar 15 hingga 20 kg per bulannya. Dan pada bulan keenam nanti, sudah kelihatan secara signifikan perubahan gestur badan pasien," papar Theo.

Lebih lanjut Theo juga memberikan sedikit gambaran tentang operasi batriatik yang akan dilakukan.

Operasi batriatik, jelas Theo, adalah pengecilan atau bypass lambung melalui pembedahan. Jenis operasi ini belakangan semakin banyak dilakukan karena terbukti efektif menurunkan berat badan secara permanen dan efeknya bertahan jangka panjang.

“Bedah bariatrik adalah operasi untuk mengurangi ukuran lambung dengan pita lambung atau melalui pengangkatan sebagian lambung atau dengan resecting dan re-routing usus kecil ke kantung perut kecil,” ujarnya.

Dikutip dari laman bedahobesitas.com, bedah batriatik dilakukan dengan teknik laparoskopi atau minimal invasif yaitu operasi dilakukan melalui lubang sayatan kecil berukuran 1 cm sebanyak 3-4 buah. Kemudian sebuah kamera kecil akan dimasukkan ke dalam rongga perut melalui sayatan, sehingga dokter bedah bisa melihat seluruh organ di dalam perut.

Dalam melakukan operasi, tahapan yang dilakukan adalah:

  • Pasien akan menjalani pembiusan total sehingga pasien akan tidur dan tidak merasakan nyeri sama sekali.
  • Dilakukan sayatan kecil sebesar 1-2cm sebanyak 3-4 buah.
  • Kamera mini  dan instrumen alat operasi yang berbentuk tipis seperti sumpit dimasukkan ke dalam perut.
  • Kamera mini dihubungkan dengan monitor video
  • Dilakukan pengecilan dan pemotongan lambung menggunakan titanium stapler sehingga lambung berbentuk tabung kecil.
  • Luka operasi ditutup kembali dan operasi selesai.

Secara garis besar, operasi batriatik terdapat dua jenis pendekatan yaitu Operasi Restriktif, yakni jenis operasi yang bertujuan membatasi kemampuan tubuh dalam mengonsumsi makanan; hal ini dilakukan dengan mengecilkan ukuran lambung.

Kemudian operasi malabsorbsi yang bertujuan untuk mengubah proses penyerapan makanan. Operasi ini juga membypass bagian tertentu dari saluran pencernaan, sehingga operasi ini juga dapat membatasi kemampuan penyerapan kalori dalam tubuh. (idu/OL/nto)

Berita Terkait