Kasus Proyek APBN di Pulpis, Bakal Jerat Tersangka Baru

 Sabtu, Tanggal 12-01-2019, jam 10:55:58
Ilustrasi. (foto: net)

PULANG PISAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau terus melakukan pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan infrastruktur kawasan kumuh di Pulang Pisau, yang menggunakan dana tahun anggaran (TA) 2016. Sebelumnya, pada proyek yang menelan biaya Rp6,3 miliar itu, Kejari Pulang Pisau telah menetapkan satu tersangka.

Terkait pengembangan penyidikan yang dilakukan, Kajari Pulang Pisau Triono Rahyudi menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya bakal menetapkan tersangka baru. “Akan ada tersangka baru. Tunggu saja,” kata Triono saat dikonfirmasi Kalteng Pos terkait perkembangan kasus tersebut.

Namun, Triono belum mau membeberkan siapa yang bakal terjerat dalam kasus tersebut. Begitu pun saat dikonfirmasi apakah tersangka dari pihak rekanan, pria yang dikenal akrab dengan awak media itu masih menutup rapat informasi akan hal itu. “Tunggu saja nanti. Yang jelas tersangka lebih dari satu,” ujarnya.

Triono mengaku, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan, ditemukan adanya kekurangan volume pekerjaan sehingga mengakibatkan kerugian bagi negara. Dia juga memastikan, dalam audit yang dilakukan BPK juga ditemukan kerugian uang negara.

Dari informasi yang diterima Kalteng Pos, dalam audit yang dilakukan terhadap kasus tersebut, kerugian yang dialami negara sebesar Rp3,4 miliar. Namun lagi-lagi Triono belum mau memastikan hal itu. “Wah, bisa tahu. Sabar saja, tunggu nanti,” ucap Triono sembari berkelakar.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus tersebut Kejari Pulang Pisau telah menetapkan satu tersangka dari pihak satuan kerja (satker) PKP Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah (Kalteng). (art/ce/ala/ctk/nto)

Berita Terkait