Mei Wijaya saat petugas medis mengualrkan proyektil peluru di kakinya.


PALANGKA RAYA - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, mungkin pepatah itulah yang dapat menggambarkan perasaan Mei Wijaya, 26 warga Kediri yang baru merantau 2 bulan di tanah Borneo.

Mei Wijaya seorang pemuda yang bekerja serabutan ini, telibat dalam kasus pencurian yang terjadi di di pertokoan komputer Proton Komputer Palangka Raya yang beralamat di Km.2,5 Tjilik Riwut Pada jumat (4/1) lalu.

Kepada kaltengpos.co Mei mengatakan,  dirinya terpaksa ikut dalam aksi pencurian karena sedang terlilit hutang sebesar sepuluh juta rupiah.

“Saya pertama kali melakukan ini,  sebagai sopir yang mengantarkan para pelaku,”ungkapnya saat tim dokter Rumah Ssakit Bhayangkara sedang mengeluarkan proyektil peluru yang masih besarang di kaki kirinya, Jumat (11/1).

Dari perannya ini rencananya ini, Mei Wijaya akan di beri imbalan dengan satu buah Laptop, satu buah handphone, uang senilai dua juta rupiah dan obat tipes. Karena saat melakukan pencurian Mei Wijaya sedang dalam kondisi sakit Tipes. (sam/oln/jun)

You Might Also Like