Ilustrasi


jpnn.com - Menunjukkan rasa iba kepada orang lain bisa membantu mengurangi depresi dan meningkatkan kepuasan hidup. Penelitian dari Universitas York di Canada mengungkapkan bahwa tindakan kebaikan dapat berdampak pada penurunan terbesar dalam depresi dan peningkatan terbesar dalam kepuasan hidup.

"Sebagai akibat dari permusuhan dan kurangnya kerjasama, mereka yang memiliki sifat tidak menyenangkan berisiko ditolak atau dikucilkan. Ada banyak konflik dalam hubungan mereka dan mereka menderita akibatnya," kata penulis utama studi, Myriam Mongrain, seorang profesor di York, seperti dilansir laman India Times, Senin (17/12).

"Kami menemukan bahwa memberikan saran konkret kepada orang-orang itu, seperti memberi tahu mereka cara di mana mereka bisa mengekspresikan perhatian empatik dalam hubungan dekat mereka sangat membantu. Orang yang sangat tidak menyenangkan sering kali kurang memiliki empati, bahkan dalam hubungan dekat mereka," lanjut Mongrain.

Menerapkan perilaku baru ini mungkin membuat mereka merasa disukai dalam lingkaran sosial mereka yang erat. Ini mungkin adalah bahan anti-depresan dalam kelompok ini.

Dar Yasin, seorang fotografer yang bekerja untuk Associated Press, menjadi berita utama setelah dia menjatuhkan kameranya saat bertugas untuk menyelamatkan seorang gadis 18 tahun yang terluka parah setelah sebuah episode pelting batu yang tak henti-hentinya di Kasmir.

"Saya memberi tahu teman-teman gadis itu bahwa saya memiliki dua anak perempuan dan gadis ini sama seperti salah satu dari mereka. Jika Anda adalah ayah dari dua anak perempuan atau jika Anda adalah ayah dari anak mana pun, Anda tidak bisa hanya melihat anak yang tidak berdaya menderita seperti itu," kata Yasin.

Para peneliti mengatakan hasil itu bisa memiliki aplikasi praktis langsung untuk para ilmuwan sosial, pembuat kebijakan, peneliti psikologi, dan praktisi kesehatan.

Penerapan intervensi welas asih yang meluas bisa berkontribusi pada masyarakat yang lebih manusiawi dan ramah, terutama ketika ditargetkan pada mereka yang rentan terhadap permusuhan.(fny/jpnn)

 

You Might Also Like