Aratuni D Djaban


PALANGKA RAYA - Menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) April 2019 mendatang, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik Kota Palangka Raya akan terus mengawasi penyebaran berita bohong (hoaks), SARA dan ujaran kebencian di media sosial (medsos).

Kepala Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik Kota Palangka Raya Aratuni D Djaban menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi postingan atau apapun yang ada di medsos yang berpontensi hal-hal tersebut. Agar pemilu dapat berjalan dengan lancar dan aman

“Kami akan membuat Saka Kominfo, yang diisi oleh para generasi muda yang tergabung dalam pramuka,” terangnya.

 Dengan adanya wadah itu, diharapkan mereka mampu membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas bagaimana menggunakan medsos yang bijak dan menyaring berita yang berkualitas. Sehingga betul-betul paham dan mengerti apa saja yang baik untuk diposting di medsos itu.

“Karena masyarakat yang paham dan mengerti untuk memposting yang berkualitas maka sudah barang tentu sudah bijak dalam menggunakan medsos ini,”ungkapnya.

Diimbau kepada masyarakat, agar melaporkan jika menemukan berita hoaks, SARA, ataupun berita menyimpang terutama yang sudah menuju kepada salah satu orang, lembaga ataupun organisasi.

“Saya rasa semua pihak harus peduli terkait itu, terutama menjelang pemilu seperti saat ini,”kata Aratuni.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih cermat dan jeli dalam menyaring berita yang beredar di medsos dan tidak menyebarkan berita yang belum tahu kebenarannya.

“Medsos saat ini tidak bisa dipisahkan dari masyarakat, untuk mengetahui informasi dari luar sana, namun saya meminta masyarakat untuk cermat dan bijak menggunakan untuk kebaikan bersama,” tukasnya. (ari/ram/iha/CTK)

You Might Also Like