Baru Tiga Kali Makai, Oknum Staf Disdik dan Sopir Keburu Digerebek

 Jum`at, Tanggal 11-01-2019, jam 08:45:25
Dua tersangka kasus narkoba jenis sabu saat digiring polisi menuju sel tahanan Polres Kotim, Kamis (10/1)

SAMPIT – Penangkapan terhadap sejumlah pelaku penyalahgunaan narkotika ternyata belum juga membuat para pelaku lainnya jera. Buktinya, polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim kembali mengungkap kasus narkoba di wilayah Kotawaringin Timur, Rabu (9/1).

Dua orang dibekuk aparat terkait narkoba jenis sabu. Mirisnya lagi, satu diantara tersangka yang diamankan itu adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Dua orang yang baru ditangkap polisi itu adalah M Marjuni alias Laduk (49) dan Syarifudin alias Sarif (57). Marjuni merupakan seorang sopir. Sementara Syarifudin adalah seorang PNS yang bekerja di bagian Tata Usaha (TU) UPTD Dinas Pendidikan Cabang Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Keduanya dibekuk dalam sebuah rumah ketika akan mengonsumsi sabu di  Jalan Plantan, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Selain menangkap Syarifudin dan Marjuni pada malam sekitar pukul 21.00 WIB, polisi juga menemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,37 gram berserta alat isapnya.

"Itu belum habis, baru tiga kali makai, terus udah digerebek," kata tersangka Marjuni saat ditemui di Polres Kotim, Kamis (10/1).

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatresnarkoba Iptu Arasi mengatakan, penangkapan terhadap dua tersangka itu disaksikan tokoh masyarakat setempat. Barang bukti yang ditemukan berupa satu bungkus plastik berisi narkotika diduga jenis sabu yang diselipkan di celana serta timbangan dalam tas milik Marjuni.

Saat penggeledahan di kamar Syarifudin, polisi menemukan satu  bungkus plastik yang diduga berisi narkotika jenis sabu dalam kotak rokok. Juga satu pipet kaca yang berisi sabu yang terpasang dalam bong yang terbuat dari botol kaca yang sebelumnya digunakan kedua tersangka. "Kedua tersangka kami amankan bersama barang bukti narkotika diduga jenis sabu dengan berat kotor 0,37 gram," kata Arasi saat ditemui di Polres Kotim, kemarin.

Tersangka Syaripudin mengaku baru tujuh bulan mengenal narkotika jenis sabu. "Salah satu dari tersangka yang kami amankan merupakan oknum PNS, bersama barang bukti lainya kami amankan ke Polres Kotim," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka yang menggunakan maupun memiliki barang haram tersebut dikenakan Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (ais/ens/ctk/nto)

Berita Terkait