Ilustrasi CPNS. (foto: net)


SAMPIT – Beberapa orang peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sempat protes ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD Kotawaringin Timur. Mereka yang protes itu, bukan karena tidak lulus. Tapi justru peserta yang sudah dinyatakan lulus dan tinggal menunggu nomor induk pegawai (NIK). Ternyata mereka yang protes itu, karena tak terima ditempatkan di pedalaman Kotim.

Ada 558 peserta yang dinyatakan lulus tes CPNS di Kotim tahun 2018. Dari jumlah tersebut, menurut Kepala BKD Kotim, cukup banyak yang mengajukan protes terkait penempatan.

Tes CPNS kali ini banyak diberikan kemudahan, khususnya bagi peserta yang dinyatakan tidak memenuhi nilai ambang batas saat seleksi kompetensi dasar (SKD) bisa mengukuti tahap selanjutnya. Yaitu seleksi kompetensi bidang (SKB).

Hal itu beradasarkan Permenpan 61 tahun 2018 yang menyatakan peserta yang dinyatakan tidak memenuhi ambang batas bisa mengikuti SKB yang hanya berdasarkan pada nilai tertinggi saat tes SKD tersebut.

Kepala BKD Kotim Alang Arianto mengatakan, yang diprotes peserta peserta itu terkait penempatan. Namun hal ini bukan kewenangan BKD Kotim. Karena lokasi penempatannya diacak Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

“Banyak peserta yang lulus protes karena lokasinya. Alasannya karena lokasi yang jauh dari keluarga dan beberapa alasan yang lain,” kata Alang, Kamis (10/1).

Padahal, menurut Alang, jika memang ingin menjadi abdi negara, lokasi tidak menjadi masalah. Apalagi sampai protes terkait penempatan lokasi untuk bekerja nantinya.

“Para peserta CPNS yang lulus agar selalu memperhatikan dan taat kepada perjanjian yang telah ditandatangani, khususnya mengenai lokasi penempatan. Sebab daerah pedalaman yang ada di Kotim sangat membutuhkan pegawai baru dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Alang juga menambahkan, pihaknya tidak bisa mengakomodir keluhan peserta tersebut. Sebab semuanya diatur oleh Panselnas, terutama terkait penempatan bagi yang lulus tes CPNS. Alang juga menginginkan kepada CPNS yang lulus agar bersyukur karena sudah dinyatakan lulus tes. Selanjutnya dapat mengayomi dan memberikan pelayanan terbaik di tempat kerja nantinya.

“Untuk penerbitan nomor induk pegawai (NIP) masih menunggu pengumpulan berkas dari para peserta ke BKD Kotim sampai pada 23 Januari mendatang,” ungkapnya. (*rif/ens/ctk/nto)

You Might Also Like