Titi Wati menangis, antara malu dan bahagia,dibawa ke RSUD Doris Sylvanus, Jumat (11/1.


PALANGKA RAYA - Akhirnya perempuan terberat di Kalimantan Tengah Titi Wati (37) di evakuasi dari rumahnya, pada hari Jumat (11/1) sekitar pukul 08.00 Wib, menuju RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Evakuasi berlangsung dramatis, karena dengan bentuk rumah yang tidak terlalu besar, sedikit menyulitkan tim pemadam kebakaran dan Tagana dari Dinas Sosial Provinsi Kalteng untuk mengevakuasi perempuan obesitas  tersebut.

Komandan Pemadam Kebakaran Sucipto mengatakan pihaknya harus memutar otak untuk melakukan evakuasi terhadap Titi Wati.

"Kami melakukan evakuasi seperti pelatihan pramuka dengan membuat tandu, dari kayu biasa agar mempermudah melakukan evakuasi terhadap Titi Wati, " ucapnya kepada awak media, Jumat (11/1).

Dari pantauan Kalteng Pos Online tandu yang di bawa oleh Damkar diberikan alas karpet, agar tidak membuat lecet badan Titi Wati. Evakuasi berlangsung 15 menit lebih, karena para anggota Tagana harus memotong korsen jendela terlebih dahulu. Baru bisa mengeluarkan Titi Wati dari rumahnya.

Herlina (19) anak semata wayang Titi Wati tidak dapat membendung air matanya, melihat ibunya menjadi tontonan warga dan harus masuk ke dalam mobil pick up. Antara malu dan senang tidak bisa diungkapkan oleh Herlina.

Sekitar 15 menit perjalanan dari G. Obos XXV  Gang Bima menuju RSUD Doris Sylvanus. Sesampai disana denyut nadi Titi Wati terus berdetak dengan cepat, seperti orang gugup dan tidak tahu harus berbuat apa.

Sekitar 20 orang bergantian mengangkat Titi Wati dari keluar rumah sakit Ruang Edelweis nomor 25.

Titi Wati mengungkapkan dirinya gugup, namun bercampur dengan senang. " Saya gugup mas, karena pertama kali ini saya masuk rumah sakit dan mau di operasi," ucapnya kepada Kalteng Pos Online.

Sesampai ruang Edelweis nomor 25. Titi Wati memilih tempat tidur dibawah, karena merasa nyaman di posisi tersebut.(idu/OL/jun)

You Might Also Like