Ilustrasi. (foto: net)


BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan data terkini mengenai rangkaian gempa di Indonesia selama rentang waktu 2018.

Masuk dalam wilayah rawan bencana, Indonesia rata-rata mengalami gempa 6 ribu kali dalami satu tahun. Namun, di tahun 2018 telah tercatat lebih dari 10 ribu kali. 

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mitigasi bencana di Indonesia perlu mendapat perhatian serius berkaca dari data tersebut. Terlebih, fenomena bencana alam di Indonesia bukan cuma gempa bumi tetapi likuifikasi dan tsunami

“Tentu, kami membutuhkan dukungan dari pemerintah dalam penanggulangan bencana seperti alat sensor dan jaringan-jaringan pengamatan lain," ujar Dwikorita, Rabu (9/1/2019).

Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemi Francis telah meminta pemerintah menambah anggaran untuk pengadaan alat deteksi bencana pada tahun 2019.

"Hampir semua Komisi V meminta keseriusan pemerintah untuk menambahkan anggaran berkaitan dengan audit, pengadaan deteksi gempa dan tsunami. Tapi anggaran di tahun 2019 itu, baik BMKG maupun Basarnas, tidak mengalami kenaikan," ujar Fary .

Presiden Joko Widodo sendiri telah memberi arahan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk melengkapi alat pendeteksi dini gelombang tsunami.

“Saya perintahkan BMKG untuk membeli alat-alat deteksi 'early warning system' untuk memberikan peringatan-peringatan dini , kepada masyarakat," kata Jokowi. (ibl/indopos/kpc)

You Might Also Like