Empat Parpol di Lamandau Langgar Aturan Pemasangan APK

 Kamis, Tanggal 10-01-2019, jam 09:24:24
Badan Pengawas Pemilu Lamandau memantau alat peraga kampanye di sekitar Kelurahan Nanga Bulik, Rabu (9/1)

NANGA BULIK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamandau merilis hasil pantauannya terhadap alat peraga kampanye (APK) di sekitar Kelurahan Nanga Bulik, Lamandau. Ditemukan ada empat partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 yang melanggaran aturan terkait ketentuan pemasangan APK.

Ketua Bawaslu Lamandau, Bedi Dahaban mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan penertiban APK kepada empat parpol tersebut. Surat penertiban tersebut tertanggal 7 Januari 2019. Peringatan diberikan, karena APK yang dipasang sudah melebih ketentuan.

“Ketentuannya, peserta pemilu hanya diperbolehkan memasang lima baliho dan sepuluh spanduk per desa/kelurahan. Namun kenyataannya, lebih dari ketentuan. Oleh karena itu, diperingatkan kepada parpol agar menertibkan sendiri,” kata Bedi di kantor Bawaslu Lamandau, Rabu (9/1).

Dijelaskannya, pihaknya akan melakukan penertiban dalam waktu 1x24 jam. Namun Bawaslu akan berkoordinasi dengan Satpol PP Lamandau dalam kurun waktu 3 x 24 jam setelah surat dilayangkan. Dijadwalkan Jumat (11/1) besok akan ditertibkan.

"Kami sudah mengirim surat agar mereka dapat menertibkan APK secara mandiri,'' tegasnya.

Jika parpol tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka pihaknya akan menurunkan secara paksa.  “Kami berharap ada iktikad baik dari peserta, jangan sampai diturunkan paksa,” ungkapnya.

Namun Bawaslu tidak menyebutkan nama empat parpol yang diberikan surat peringatan tersebut.

Ditambahkan Bedi Dahaban, sesuai aturan, Bawaslu bertugas melakukan pengawasan dalam rangka pencegahan dan penindakan terhadap APK berdasarkan jumlah, ukuran, lokasi, estetika lingkungan, izin pemasangan dan materi yang dilarang dalam peraturan.

"Lokasi pelanggaran kami ambil sample di Kelurahan Nanga Bulik. Di kelurahan lain kami masih melakukan inventarisasi,'' tambahnya. (*cho/ens/ctk/nto)

Berita Terkait