Pemko Palangka Raya

40 Festival Diusulkan

 Kamis, Tanggal 10-01-2019, jam 09:16:51
Sejak kecil, generasi masa depan Kota Cantik Palangka Raya sudah diperkenalkan dengan budaya dan kesenian yang ada di Kalteng.( DENAR/KALTENG POS)

PALANGKA RAYA - Tahun 2019 ini, Kota Cantik Palangka Raya sepertinya bakal bertabur kegiatan yang memanjakan mata masyarakat. Pasalnya, Pemko Palangka Raya melalui Perangkat Daerah (PD) telah menyusun puluhan program yang dirangkai menjadi festival. Masing-masing PD seperti dinas dan badan mengusulkan berbagai agenda penting yang dimasukan ke dalam agenda festival tahunan di Kota Palangka Raya. Total, ada sekitar 40 festival yang diusulkan demi membuat ibu kota Kalteng semakin dilirik oleh wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kota Palangka Raya Hj Norma Hikmah mengatakan, ada 40 usulan festival yang diagendakan diselenggarakan di tahun 2019 ini.

“Dalam rapat ini ada sebanyak 40 usulan festival,” ungkapnya di Ruang Peteng Karuhei (PK) I, Rabu (9/1).

Norma menjelaskan, dari 40 usulan festival tersebut, pihaknya mengusulkan 12 agenda festival meliputi pesta seni, festival kuman pulut, festival mamapas lewu, dan pemilihan putra-putri pariwisata. Kemudian festival Palangka, festival manasai seluruh PD, karnaval etnik, festival tarian daerah, festival fotografi, festival kuliner, festival bambu dan janur serta festival karungut.

Tak hanya pihaknya saja, lanjut Norma, Disdik Kota Palangka Raya juga mengajukan festival kecapi dan pelajar. Kemudian, Dinkes juga mengajukan festival toilet bersih dan festival gerakan masyarakat sehat. Dispora mengusulkan ada festival sepeda nusantara dan festival senam. Kemudian, Dinsos yang mengajukan festival sunat massal dan festival sapi kurban. Serta, masih banyak lagi instansi lain yang turut mengajukan usulan festival.

“Semua festival tersebut bisa diselenggarakan PD tanpa harus mengalokasikan anggaran lagi, karena program festival ini dirancang sudah melekat dengan program kegiatan yang akan dijalankan,” tegasnya di kegiatan yang dihadiri Asisten III Setda Kota Palangka Raya Kandarani yang mewakili wali kota.

Menurut Norma, Disbudpar hanya mengkoordinasikan seluruh festival untuk dibuat kalender festival tahunan. Kemudian, dijadikan sebagai bahan promosi pariwisata. (ari/ami/iha/CTK)

Berita Terkait