Aparat Wajib Netral, Like Status Peserta Pemilu Pun Dilarang

 Selasa, Tanggal 08-01-2019, jam 10:52:43
Wakapolres Seruyan Kompol Timur Santoso

KUALA PEMBUANG – Menjelang pemilihan presiden dan juga pemilihan legislatif, suhu politik di negeri ini terus meningkat. Padahal, pemilu baru akan dilaksanakan pada 17 April 2019 yang dilakukan serentak se-Indonesia. Namun aktivitas partai politik, seperti sosialisasi atau kampanye dengan berbagai, sudah mulai dilakukan. Kondisi itu berpeluang terjadinya konflik.

Untuk itu, aparat keamanan, baik Polri maupun TNI dituntut untuk bersikap netral. Sehingga mereka bisa mengambil tindakan tegas di lapangan, tanpa memihak partai politik atau calon tertentu. Tapi harus bersikap profesional dalam bertugas.

Bahkan seorang aparat keamanan, baik Polri maupun TNI juga dilarang untuk like terkait status dari pasang calon peserta pemilu di media sosial (medsos)

"Kami tegaskan seluruh anggota Polres Seruyan harus netral dan tidak boleh berpihak kepada siapa pun. Kami sudah ingatkan dan itu memang sudah harus dijalankan perintah pimpinan," kata Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting melalui Wakapolres Seruyan Kompol Timur Santoso saat dibincangi di ruang kerjanya, Senin (7/1).

Menurut wakapolres, pihaknya sudah memperingatkan kepada jajaran di bawahnya untuk selalu menaati aturan yang sudah disampaikan. Apabila nantinya ditemukan ada anggota Polri di wilayah Seruyan yang melanggar, tentunya akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Polisi bertugas melakukan pengamanan agar pilpres dan pileg dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan bersama.

"Jangankan jadi tim sukses atau berpihak kepada salah satu paslon, memberikan like di medsos saja dilarang. Kalau ada anggota nakal laporkan kepada kami," tegasnya. (son/ens/ctk/nto)

Berita Terkait