Low Eksposure, Hasil Masyhur

 Minggu, Tanggal 06-01-2019, jam 10:59:45
FOTOGRAFER : HITAM PUTIH BORNEO.LOKASI : Pahandut Seberang

MALAM perayaan tahun baru 2019 sudah beralu. Yang tersisa hanya kenangan foto bersama keluarga, kerabat, teman dekat, hingga orang tersayang.

Bagi sebagian yang memilih menghabiskan tahun baru dengan hunting foto, dinding media sosialnya penuh unggahan menarik foto kembang api. Namun, siapa sangka, motret di malam hari penuh imajinasi. Tentu saja diimbangi dengan skill tinggi memainkan kamera dan lensa.

Motret di malam hari serba susah. Tapi, bagi fotografer kawakan yang sering hunting dan menguasai basic kamera, hanya perlu waktu penyesuaian dan sedikit pengaturan kamera. 

Misalnya, menentukan low exposure F/5,6 - F/8 dipadu dengan ISO paling rendah 100-200.

Tapi, motret malam hari khususnya kembang api, mewajibkan pengambilan foto dengan bantuan tripod. Karena kecepatan rendah (low exposure) dapat menghasilkan gambar yang masyhur, perlu waktu untuk lensa mengumpulkan cahaya.

“Main speed rendah tidak maksimal tanpa tripod dan shutter release, karena berisiko shaking (goyang),” ucap penggiat fotografi dan anggota komunitas Hitam Putih Borneo (HPB) Raymond Adiwicaksana kepada Kalteng Pos, tadi malam.

Salah satu kesulitan adalah menebak arah meledaknya kembang api. Oleh karena itu, diperlukan lensa yang mempunyai focal length cukup lebar 12mm sampai 24mm.

“Untuk memudahkan me-cover area meledaknya kembang api,” imbuh pemuda yang berprofesi sebagai dokter bedah tersebut. (*/abe)

Berita Terkait