Ghofuur eka/jawa pos Model: helen susanti, make-up artist dan hair do: kun soo (ig: kunsoomakeupartist)


GLASS skin memang mendominasi tren kecantikan mulai pertengahan hingga akhir tahun ini. Tampaknya, tren itu akan berlanjut hingga tahun depan. Tren tersebut berasal dari Korea, seiring dengan menjamurnya K-pop dan K-drama di Indonesia. Pada dasarnya, glass skin menampilkan complexion wajah yang bening dan mengilap. Nyaris seperti tidak pakai make-up, namun terlihat segar.

Untuk mendapatkan glass skin yang sempurna, dibutuhkan proses yang panjang. Pemakaian skin care harus rutin dan tidak bisa instan. Sebab, glass skin menuntut wajah yang sehat. ’’Kulit bersih terawat. Tidak ada jerawat, komedo, dan masalah lain,’’ kata Kun Soo, make-up artist asal Surabaya.

Karena berasal dari Korea, glass skin identik dengan kulit wajah yang putih. Namun, tidak berarti glass skin hanya bisa diaplikasikan pada kulit putih. ’’Warna kulit apa pun it’s okay, yang penting kesehatan kulitnya,’’ tegas Kun Soo. Bahkan, kulit sawo matang khas orang Indonesia bisa menghasilkan look yang glowing dan eksotis.

Glass skin juga tak berpengaruh pada bentuk wajah. Jadi, bentuk wajah apa pun sah-sah saja menggunakan look glass skin. ’’Intinya kan bukan masalah contouring atau mengubah bentuk wajah. Penekanan glass skin itu lebih ke skin care dan complexion,’’ jelasnya.

Untuk make-up, glass skin mengandalkan highlighter demi memberi efek glowing. Produk make-up yang digunakan lebih banyak berbentuk krim atau likuid dengan finishing glossy. Bukan powder yang menghasilkan matte look pada wajah. Di antaranya, cream blush, shimmering eye shadow, dan lip gloss.

Meski terkesan natural, glass skin tetap cocok untuk acara party. ’’Kesannya lebih kalem dan anggun,’’ ujar Kun Soo. Glass skin juga bisa dipadukan dengan riasan mata bold untuk look yang lebih glamor. Misalnya, smokey eyes. ’’Yang penting complexion-nya tipis dan cenderung transparan, bukan yang berat,’’ imbuhnya. (adn/c18/nda)

You Might Also Like