Kontroversi PSI, Dicari-Cari Warganet

 Selasa, Tanggal 01-01-2019, jam 10:57:38
Grace Natalie. (SALMAN TOYIBI / JAWA POS)

POLEMIK soal penolakan peraturan daerah (perda) tentang keagamaan yang dikemukakan Grace Natalie berimbas pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Nama partai itu kerap dicari oleh warganet sepanjang 90 hari terakhir.

Jubir PSI bidang Teknologi Informasi, Sigit Widodo mengklaim warganet belakangan ini banyak mencari tahu soal PSI. Tren meningkatnya pencarian informasi tentang PSI ini terlihat dari kecenderungan yang direkam oleh ‘Google Trends’ dalam 90 hari terakhir.

“Pencarian kata kunci ‘PSI’ terlihat jelas meningkat pesat. Terutama dalam dua bulan terakhir, setelah PSI menyampaikan sikap-sikap politiknya dalam Festival 11,” ujar Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (Grup Kalteng Pos), Senin (31/12).

Sigit menyebut, pada 11 November 2018, Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam pidato politiknya dengan tegas mendukung pemimpin-pemimpin reformis di tingkat pusat dan daerah. Terutama dalam mencegah penghamburan uang rakyat di DPR dan menolak perda-perda agama yang diskriminatif.

Pidato itu dikemukakan di acara Festival 11 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten, pada (11/11) lalu.

Efek dari pidato politik yang kontroversial itu, kata Sigit, pada 14-15 November 2018 terjadi peningkatan pencarian kata kunci PSI. “Google Trends mencatatkan skor 99 pada 14 November dan skor 100 pada 15 November 2018 untuk kata kunci ‘PSI’. Ini angka tertinggi dalam skala Google Trends,” ujar Sigit.

Kata Sigit, google trends menghitung popularitas relatif sebagai rasio dari volume query pencarian terhadap jumlah total semua pencarian. 100 merupakan nilai maksimal untuk skala popularitas relatif ini.

“Jadi kasarnya, hampir semua orang di Indonesia mencari dengan kata kunci ‘PSI’ di dua hari itu,” jelas Sigit yang juga direktur operasional Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) itu.

Lantas Google Trends kembali mencatat beberapa lonjakan pencarian dengan kata kunci “PSI”. Pada 19 November 2018 “PSI” mencatat skor 92, dan setelah itu secara perlahan kembali hingga ke kurva normal. Kenaikan kembali terjadi pada 11 Desember 2018 saat PSI kembali melemparkan sikap politiknya yang pro-perempuan pada Festival 11 di Surabaya.

“Setelah pernyataan politik PSI di Surabaya, pada 11 Desember 2018 Google Trends mencatat skor 45 dan kembali naik di 17 Desember ke skor 79,” katanya.

Dia membandingkan pencarian kata kunci “PSI” dengan partai-partai politik lainnya. “Hasilnya, semua partai masih di bawah PSI, “kata Sigit.

Partai lain yang juga sempat mengalami lonjakan skor pencarian di Google Trends dalam 90 hari terakhir adalah Partai Demokrat dan PKS. Partai Demokrat mengalami lonjakan hingga skor 85 di 15 Desember 2018 yang tampaknya terkait dengan pemberitaan perusakan baliho di Riau. Sedangkan PKS mengalami lonjakan terakhir di akhir September saat kepengurusan PKS Bali membubarkan diri.

Sigit pun mengakui ada juga beberapa kata kunci PSI yang bernada negatif. Seperti antisyariah, antiagama, hingga pencarian foto Ketua Umum PSI Grace Natalie, yang dimanipulasi seolah-olah tengah berpose seksi. “Namun pencarian dengan kata kunci positif dan netral jauh lebih banyak,” klaimnya.(gwn/JPC)

 

Berita Terkait