Ilustrasi pembalut wanita. (foto: net)


WANITA yang telah memasuki masa pubertas akan selalu bersahabat dengan pembalut. Jika sudah mendekati tanggalnya, setidaknya ada satu pembalut yang disimpan di dalam tas wanita untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu menstruasi datang. Hal ini karena pembalut memang dibutuhkan wanita untuk menyerap dan menampung darah menstruasi.

Sampai akhirnya mengalami menopause, para wanita baru bisa meninggalkan pembalut. Nah, bertahun-tahun menggunakan pembalut, tetapi toh kenyataannya banyak wanita yang belum mengetahui beberapa fakta di balik pembalut wanita.

Dilansir dari Topyaps.com, orang yang pertama kali menemukan desain untuk pembalut wanita adalah Benjamin Franklin. Pada awalnya, sebenarnya dia tidak bermaksud untuk langsung membuat kain balutan menstruasi. Benjamin kala itu berniat untuk menyelamatkan para tentara perang yang terluka dengan membuat bantalan untuk menyerap darah mereka.

Alhasil, di zaman modern, desain tersebut digunakan oleh salah satu perusahaan tua terkemuka dunia untuk memproduksi sebuah pembalut yang bisa menyerap dan menampung darah menstruasi para wanita.

Dilansir dari Healthy-holistic-living.com, pembalut wanita umumnya mengandung plastik. Sementara itu, plastik erat kaitannya dengan BPA dan BPAS, Phthalates, dan DEHP yang dapat memicu terjadinya kanker, perubahan gen, dan kerusakan organ tubuh.

Tak cuma plastik, di dalam bantalan pembalut juga ada wewangian kimia yang bertugas untuk menetralkan bau tak sedap yang dihasilkan oleh darah menstruasi dan bakteri/jamur.

Bahan yang digunakan untuk menyerap darah menstruasi bukan 100 persen terbuat dari kapas alami, tapi dari kapas sintetis atau biasa disebut dengan rayon. Kalaupun produsen menggunakan kapas alami, kapas tersebut akan melalui proses pemutihan dengan klorin dan berbagai bahan kimia lain terlebih dahulu.

Karena itulah, ada sebagian wanita di dunia cemas kalau berbagai bahan dan proses kimia pada pembalut bisa menyebabkan kanker serviks atau terkena toxic shock syndrome di kemudian hari.

Toxic shock syndrome (TSS) adalah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus atau bakteri streptococcus. Penyebab paling umum dari TTS ini adalah penggunaan pembalut yang tidak tepat alias jarang mengganti pembalut.

Fenomena jarang mengganti pembalut ini kerap dipicu oleh rasa malas dan alasan “tidak punya waktu”. Padahal, tidak mengganti pembalut setiap 6 jam sekali bisa membuat kondisi vagina kelewat lembap dan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.

Kalau begitu, apakah penggunaan pembalut wanita berbahaya bagi tubuh di kemudian hari? Menurut dr. Atika dari KlikDokter, sebenarnya menggunakan pembalut wanita konvensional tidak memiliki dampak buruk yang signifikan.

“Sebenarnya, menggunakan pembalut wanita konvensional yang dijual di pasaran itu tidak terlalu memberikan dampak buruk yang berarti. Lagi pula, itu kan hanya digunakan sementara waktu, dan hanya sebulan sekali. Yang menjadi permasalahan di sini adalah bukan kandungan bahan kimianya, melainkan cara menjaga kebersihan pembalut dari masing-masing individu itu sendiri,” ucap dr. Atika.

Menurut dr. Atika, benar adanya bahwa yang patut Anda perhatikan adalah cara menjaga kebersihan pembalut dan vagina Anda setiap waktu. Sebab, jika pembalut wanita benar-benar berbahaya, pasti BPOM akan melarang peredarannya.

“Jadi, yang terpenting, usahakan mengganti pembalut minimal tiga kali sehari, khususnya di hari pertama dan kedua. Karena dua hari tersebut adalah waktu menstruasi yang sedang deras-derasnya. Selain itu, jangan lupa membersihkan vagina Anda. Dengan air bersih saja juga cukup, kok. Jika Anda ingin membuangnya, sebaiknya bungkus dulu supaya tidak mencemari,” kata dr. Atika.

Bagi orang yang ingin menggunakan pembalut kain sebagai alternatif penggunaan pembalut konvensional, Anda juga tetap harus menjaga kebersihannya. Sebab, menurut dr. Atika, pembalut kain dinilai lebih lembap ketimbang pembalut biasa. Jadi, sesering mungkin ganti dan cucilah pembalut tersebut jika Anda tidak ingin terserang bakteri yang merugikan. Dengan begini, niat Anda untuk mengurangi limbah berjalan lurus dengan kondisi kesehatan kewanitaan Anda.

Nah, dengan mengetahui beberapa fakta di atas, diharapkan Anda tidak mudah termakan informasi yang keliru tentang pembalut wanita.
Sebab, yang terpenting adalah Anda selalu menjaga kebersihan pembalut dan vagina saat Anda menstruasi. Menggunakan pembalut wanita konvensional tidak menimbulkan masalah selama Anda rajin mengganti dan menjaga kebersihan vagina. (klikdokter/pojoksatu/kpc)

You Might Also Like