Taman Kelinci, Primadona Wisata Keluarga di Kotawaringin Barat

 Minggu, Tanggal 25-11-2018, jam 08:52:09
Taman Kelinci

DESTINASI wisata Taman Kelinci semakin hits di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, yakni di Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan (Arsel). Jika ditempuh menggunakan kendaraan roda dua, tidak lebih dari 15 menit.

Lokasinya yang dekat, membuat banyak masyarakat di Pangkalan Bun memilih Taman Kelinci menjadi tempat untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarganya. Tiket masuk yang murah meriah, membuat tempat ini tidak pernah sepi pengunjung.

Satu orang hanya wajib membayar Rp 10ribu. Ada bonus dapat pakan (kangkung) untuk diberikan ke kelinci. Untuk anak-anak di bawah dua tahun, gratis.

Hal ini membuat destinasi wisata yang dikelola oleh Priyanto tersebut menjadi primadona dan paling sering dikunjungi.

Rata-rata di hari biasa pengunjung Taman Kelinci sekitar 100 orang. Jumlahnya akan naik dua sampai tiga kali lipat jika akhir pekan dan hari-hari libur.

Pengunjungnya tidak hanya dari Kobar saja, melainkan ada yang datang dari kabupaten tetangga yakni Lamandau dan Sukamara. Turis mancanegara juga pernah berwisata ke taman ini.

Masyarakat bisa melihat ratusan ekor kelinci yang dilepas di taman ini. Banyak spot-spot menarik untuk dijadikan latar berswafoto. Ada banyak patung kelinci yang dibangun di sekitaran taman. Kemudian ada patung binatang lainnya seperti unta.

Tidak hanya itu saja, pengelola juga membangun rumah adat berukuran mini di kawasan tersebut. Ada rumah adat Papua hingga Sumatera Barat yakni Rumah Gadang. 

Selain bisa berswafoto dengan latar patung kelinci dan rumah adat berukuran mini, pengunjung juga bisa mengelilingi kebun buah yang ditanam mengeliling Taman Kelinci. Mulai dari kebun jeruk dan kelengkeng. Di tempat ini pengunjung bisa memberi makan kelinci secara langsung. Dengan pakan yang sudah diberikan di awal masuk tadi.

Pengelola Taman Kelinci Priyanto menyebut, taman agro wisata dan taman kelinci yang dimilikinya merupakan wisata edukasi bagi para wisatawan untuk mengenal jenis buah-buahan dan hewan kelinci.

“Taman kelinci sangat cocok untuk edukasi anak-anak. Di sini setiap pohon kami kasih petunjuk papan nama dan jenis-jenisnya. Mereka (pengunjung anak-anak, red) sangat suka melihat kelinci,” ungkap Priyanto.

Melihat tingginya minat masyarakat mengunjungi taman kelinci, Priyanto juga berkeinginan untuk menambah daya tarik wisata yang ada di lahan sekitar tujuh hektare miliknya dengan beberapa penambahan wahana bermain seperti kolam renang, kolam pemancingan maupun tracking.

“Rencananya ke depan lokasi ini terkumpul jadi satu tempat wisata dan wahana bermain. Ada kolam, taman buah, taman hewan dan wisata kulinernya juga akan disiapkan,” terangnya.

Sementara ketika ditanya dengan rencana penambahan binatang jenis lainnya, ia tak menampik  berkeinginan untuk menambah. “Tapi sekarang ini belum waktunya,” ucapnya. (ala/ila/ctk/nto)

Tata Terbit di Taman Kelinci

  1. Dilarang buang sampah sembarangan
  2. Dilarang memetik buah dan merusak tanaman di area taman, tanpa izin pengelola.
  3. Dilarang memberikan makanan kepada kelinci, selain yang sudah disediakan pihak taman.
  4. Dilarang mengejar kelinci yang sedang lari.
  5. Dilarang membawa kelinci keluar area tama.
  6. Tidak membawa tas besar di area taman.

Berita Terkait