ILUSTRASI. Memakai masker dan mencuci tangan, ternyata lebih efektif mengendalikan penularan Covid-19 dibandingkan harus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Gaya Chandramohan via Channel News Asia)


Tingkat kepatuhan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan harus semakin digenjot. Sebab, meski hanya sesederhanya memakai masker dan mencuci tangan, ternyata lebih efektif mengendalikan penularan Covid-19 dibandingkan harus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau lockdown. Syaratnya, semua orang harus kompak melakukannya.

Epidemiolog Universitas Indonesia dr. Iwan Ariawan, MS, menjelaskan, perilaku yang sederhana seperti  cuci tangan, pakai masker, serta jaga jarak memiliki efek untuk menurunkan risiko penyakit Covid-19 sangat besar. Dia menyebut, cuci tangan turunkan risiko 35 persen penularan.

Kemudian memakai masker juga bisa mencegah penularan. Masker kain efektivitasnya lebih dari 50 persen. Masker bedah lebih tinggi. Apalagi ditambah dengan jaga jarak.

“Cuma pakai masker misalnya. Pakai masker itu paling mudah kan. Kalau dari perhitungan epidemiologi, kalau kita mau hentikan penularan antar orang, itu harus 75 persen orang harus pakai masker. Maka epidemi mulai terkendali,” kata dr. Iwan dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikan Ekonomi, Minggu (20/9).

Lalu, lanjutnya, jika epideminya mau tetap terkendali maka 85 persen orang tetap harus pakai masker. Semua itu terukur dalam survei.

“Kami pernah ukur ada dari survei pengakuan. Kalau kita lihat pengamatan sehari-hari, kenapa sih kita masih enggak turun-turun (penularannya)? ini adalah gambaran pakai masker kita seperti ini (gambar turun ke dagu). Jadi pakai masker hanya berhasil kalau pakai masker dengan benar,” tegasnya.

“Pengakuan saat survei, hasilnya 80-85 persen,” jelasnya.

Maka kesimpulannya, jika dianalisa dari sisi ekonomi, jika ingin lockdown dilonggarkan maka satu-satunya cara penting tapi simple adalah memakai masker dalam skala besar. Cara ini akan lebih menguntungkan daripada harus lockdown.

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc