Dokter Devina Nataliany menyarankan penggunaan masker kain katun tiga lapis agar efektivitasnya terjaga. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)


Pemakaian masker menjadi salah satu protokol kesehatan paling penting yang wajib dijalankan sejak pandemi merebak. Namun, tidak semua jenis masker efektif menangkal penularan virus korona jenis baru tersebut.

Kepala Instalasi Rawat Jalan (IRJ) RS Darmo dr Devina Nataliany menyatakan, masker berbahan spandeks dan neoprene tidak efektif sama sekali. Sebab, lubang pori-porinya cukup besar sehingga bisa meloloskan droplet.

”Prinsip pemakaian masker itu lebih ke bahannya. Spandeks dan neoprene itu material yang molor. Ibarat saringan, kalau lubangnya besar, bisa tembus. Kalau lubang masker kecil, virus bisa tertahan atau tersaring,” terangnya.

Devina menyarankan agar lebih cerdik memilih material masker. Dengan begitu, pemakaiannya tidak muspro alias sia-sia. ”Dua bahan itu mau didobeli model apa pun atau dilapisi berapa kali pun tetap tidak efektif. Sudah ada penelitian dari luar yang membahas hal tersebut,” tegasnya.

Agar pemakaian masker tetap efektif sebagai upaya preventif penularan Covid-19, dia lebih menganjurkan masker kain berbahan katun tiga lapis. Terlebih yang bagian tengahnya dikombinasikan dengan polipropilena. Sebab, keefektifannya menyerupai masker bedah.

”Untuk masker kain, lebih direkomendasikan yang tiga lapis. Bisa juga yang di tengahnya diselipi tisu atau minimal dua lapis. Material kain katun memiliki serat lebih padat dan rapat,” ungkap alumnus FK Unair tersebut.

Dia menuturkan, jika masker medis harus dibuang dalam sekali pakai, masker kain mesti dicuci setiap habis dipakai enam hingga delapan jam. Devina menambahkan, saat makan atau minum, masker juga sebaiknya tidak ditarik ke bawah dagu karena bisa terkena kuman maupun bakteri dari daerah dagu dan leher yang sebelumnya tidak ter-cover oleh masker.

”Saat melepas, pegang dari sisi centelan telinga. Jangan pernah menyentuh bagian luar masker yang sudah terkontaminasi. Taruh masker yang sudah dilepas di wadah penyimpanan khusus. Sebelum makan, cuci tangan. Begitu juga pas mau pakai masker lagi, diulang cuci tangan. Pas sampai di rumah, wadah yang tadi buat nyimpan masker harus didisinfeksi,” tandasnya.

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc