ILUSTRASI. Sedikit ada 4 kombinasi herbal yang dipercaya bisa memperkuat daya tahan tubuh. (Shutterstock)


Khasiat herbal saat ini semakin diminati masyarakat. Terlebih di masa pandemi, masyarakat mulai kembali pada konsep back to nature untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sedikit ada 4 kombinasi herbal yang dipercaya bisa memperkuat daya tahan tubuh. Yakni Jahe Merah, Meniran, Sembung, dan Sambiloto.

Keempat kombinasi bahan herbal ini memberikan tiga aksi perlindungan. Seperti antivirus, antiradang, dan Imunomodulator yang bekerja optimal untuk mencegah serta menangani infeksi virus. Khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru saat ini.

“Kombinasi dari keempat herbal asli Indonesia seperti jahe merah, meniran, sambiloto dan daun sembung bekerja optimal untuk menjaga daya tahan tubuh sebagai imunomodulator, antivirus dan anti radang apabila diformulasikan dengan dosis yang ideal,” kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M.Si.

Jahe merah dan daun sembung memberikan khasiat sebagai anti radang, meski dari kandungannya, daun sembung juga dapat bermanfaat untuk memperbaiki sistem pernapasan. Sedangkan sambiloto bekerja sebagai antivirus dan meniran memiliki khasiat yang optimal sebagai imunomodulator.

Menurut dr. Inggrid, imunomodulator merupakan semua obat yang dapat memodifikasi respon imun, menstimulasi mekanisme pertahanan alamiah dan adaptif. Sehingga dapat berfungsi baik sebagai imunostimulan maupun imunosupresan.

Imunostimulan adalah substansi yang menstimulasi sistem imun dengan meningkatkan aktivitas komponen sistem imun untuk melawan infeksi dan penyakit. Sedangkan Imunosupresan merupakan substansi yang dapat menekan respon imun berlebihan. Sehingga daya tahan tubuh bisa optimal.

“Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa imunomodulator yang dikonsumsi harus memiliki khasiat seimbang. Maksud dari seimbang ialah memiliki kegunaan imunostimulan dan imunosupresan yang cukup,” kata Medical Manager Kalbe Consumer Health (Fatigon Promuno) dr. Helmin Agustina Silalahi.

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc