Bupati Ampera AY Mebas memimpin rakor virtual realisasi pendapatan semester I APBD tahun 2020, belum lama ini. (Protokoler Pemkab Bartim)


TAMIANG LAYANG – Di tengah pandemi Covid-19, pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Barito Timur tidak kendur. Bahkan prosentasenya mampu menembus angka 54 persen pada semester I (Januari - Juni) tahun 2020.

Bupati Ampera AY Mebas memaparkan, PAD terbesar disumbang dari pajak daerah berupa bea perolehan hak tanah dan bangunan (BPHTB) dari perusahaan besar swasta (PBS) senilai lebih dari Rp 8 miliar. Untuk retribusi, menurut bupati, hanya berkisar 16 persen dan dana perimbangan 47 persen.

"PAD mencapai 54 persen itu setelah penyesuaian akibat recofusing dan realokasi anggaran sesuai PMK 25/2020," sebut bupati kepada Kalteng Pos di rumah jabatan bupati di Desa Matabu, Kamis (9/7).

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Jari Janang Kalalawah tersebut menjelaskan, retribusi terkendala dari minimnya pembayaran karcis pedagang maupun parkir. Di tengah pandemi, terang dia, pusat perbelanjaan atau pasar tidak berjalan normal.

Selain itu, tambah Ampera, dari hotel dan restoran dipicu minimnya pengunjung yang berdampak pada perekonomian pelaku usaha.

Bupati menambahkan, terkait PAD tersebut, pencapaian akan kembali disesuaikan dalam perubahan APBD 2020 yang tengah disusun. Bupati mengharapkan, penyesuaian tersebut maksimal meski adanya Covid-19. "Terpenting kita mengharapkan pandemi corona cepat berlalu sehingga aktivitas usaha di daerah kembali normal," harapnya.

1 2

Editor :hen
Reporter : log/ens

You Might Also Like