TETAP BERKARYA: Difalitera tetap rajin memproduksi sastra suara di tengah musim Korona kini. DIFALITERA/DOK FOR JAWA POS


PANDEMI tak menyurutkan semangat Difalitera memproduksi karya sastra dalam bentuk suara. Komunitas berbasis di Solo yang fokus pada alih wahana dari sastra ke dalam bentuk audio itu belakangan bekerjasama dengan Intersastra dan Hehaproduction. Indah Darmastuti dari Difalitera menyebut pengerjaan sastra suara tersebut dilakukan oleh para pegiat Difalitera dari rumah masing-masing.

’’Semenjak Solo ditetapkan dalam status Kejadian Luar Biasa, kami masih tetap memproduksi sastra suara,’’ katanya. Hanya saja, kini tidak ada lagi aktivitas rutin membaca karya sastra bersama para remaja disabilitas netra yang biasanya dilaksanakan akhir pekan. Selain karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, banyak remaja disabilitas netra di asrama tempat mereka berkegiatan memilih pulang ke rumah masing-masing seiring libur sekolah di masa pandemi kini.

Situasi tersebut senyatanya tidak menyurutkan Difalitera untuk menghasilkan sastra suara. Kerjasama dengan Intersastra kini berbuah dengan pembacaan karya-karya sastra yang termuat di laman komunitas sastra di Jakarta itu. ’’Kami juga merekam pilihan naskah-naskah sastra yang masuk ke email Difalitera,’’ kata Indah. Karya sastra yang mereka garap cukup beragam. Ada cerita anak, cerita pendek, juga puisi.

Pengerjaan sastra suara Difalitera dilakukan dari rumah masing-masing. ’’Kami mengirim naskah dan teman-teman mengembalikannya dalam bentuk suara,’’ jelas Indah. Beberapa nama yang terlibat sebagai pembaca dalam sastra suara ini adalah Aryani Wahyu (Solo), Abednego Afriadi (Solo), Siti Fatonah (Wonogiri), Evi Baiturohmah (Sukoharjo), Ilona Joline (Jakarta), Sebastian Partogi (Jakarta), dan Noer Admaja (Solo).

Indah menyebut, semua hasil rekaman pembacaan karya sastra tersebut tidak langsung diunggah di laman Difalitera. ’’Ada Endah Fitriana di Purwodadi dan Liston P. SIregar di London yang memberikan ilustrasi musik di setiap karya,’’ katanya. Setelah rekaman tersebut telah dilengkapi dengan ilustrasi suara, Sonsky Mahardika menjadi orang yang bertanggungjawab mengunggahnya.

Indah menyebut, selama masa musim Korona belakangan ini laman Difalitera menunjukkan peningkatan arus pembaca yang datang dari berbagai daerah. ’’Saat ini kami sedang merencanakan untuk mengolah materi yang berbasis sejarah. Beberapa teman sejarawan sudah memberikan sambutan yang baik,’’ pungkasnya. 

1 2

Editor :ndi/ila
Reporter : tir

You Might Also Like