Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara, Ruslan Buton ditangkap polisi pada Kamis (28/5) siang. (istimewa)


KENDARI– Ruslan Buton bukanlah seorang prajurit TNI aktif. Dia telah dipecat dari kesatuannya karena ikut terlibat dalam kasus pembunuhan petani cengkeh 2017 silam saat menjabat sebagai Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

Namun dalam penangkapan harus melibatkan tim gabungan Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) di rumahnya Desa Wabula I, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (28/5/2020) pagi.

Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara ini digelandang oleh petugas kepolisian diduga terkait surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Penangkapan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik. Saat ditangkap, Ruslan tampak santai dan melambaikan tangan ke keluarga serta tetangga dekatnya.

Video penjemputan Ruslan Buton oleh tim gabungan Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Pomad sekitar pukul 09.00 Wita itu viral di media sosial.

Dalam video itu, tampak Ruslan Buton dijemput petugas di rumahnya Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Selanjutnya, Ruslan dibawa ke Mapolres Buton untuk dimintai keterangan.

Saat dijemput, Ruslan Buton tampak kooperatif. Mengenakan kemeja putih, Ruslan disalami keluarga dekatnya. Sebelum melangkah keluar rumah, dia sempat berdoa dan melambaikan tangan ke warga.

Ruslan Buton diperiksa di Mapolres Buton selama kurang lebih tujuh jam dan baru meninggalkan kantor polisi sekita pukul 17.05 Wita.

Informasi yang diterima, Ruslan Buton akan dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Ya, dia (Ruslan Buton) dijemput karena postingan surat terbuka untuk Presiden Jokowi yang geger di media sosial,” kata Wakapolres Buton Kompol La Umuri.

1 2

Editor : nto
Reporter : msn/fajar/kpc

You Might Also Like