Salah satu pedagang tak berani melihat proses pengambilan darah saat kegiatan rapid test di Gang Suhada Jalan Sumatera, Sabtu (23/5) lalu. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Tiga hari berturut-turut, rapid test dilakukan terhadap warga Pasar Besar, Palangka Raya. Kamis (21/5) dan Jumat (22/5) dilakukan oleh Kodim 1016/PLK terhadap 98 orang. Lalu, pada Sabtu (23/5) dilakukan oleh Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Palangka Raya terhadap 98 warga Pasar Besar.

Hasilnya, ada 36 orang yang dinyatakan reaktif. 28 orang hasil tes oleh Kodim 1016/PLK, dan sisanya oleh gugus tugas. Jumlah itu menjadi gambaran bahwa Pasar Besar menjadi lokasi yang sangat rawan persebaran virus corona. Tugas berat menanti Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Palangka Raya.

Kesadaran warga diakui sangat kurang. Satu hari menjelang Hari Raya Idulfitri, pasar dipadati pengunjung. Mengabaikan protokol kesehatan. Di samping itu, aturan yang dibuat pemerintah juga belum tegas merata. Kalteng Pos menghubungi daftar pedagang Pasar Besar yang hasil rapid test pada Kamis lalu menunjukkan hasil igM reaktif.

Yang bersangkutan ternyata masih berjualan. Salah satu pedagang yang namanya dirahasiakan itu sudah diambil sampel swab, sebagai tindak lanjut rapid test. Namun, sejauh ini hasil tersebut belum disampaikan kepadanya.

"Iya mas (reaktif, red),” jawab pedagang berjenis kelamin perempuan itu.

Meski demikian, pedagang tersebut mengakui bahwa dirinya masih berjualan di pasar itu.

“Saya masih berjualan saja, karena dagangannya masih ada. Belum istirahat lagi," ungkapnya ketika dihubungi Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co), kemarin siang (25/5).

"Sampai sekarang hasil belum keluar, karena belum ada kabar dari pihak rumah sakit," tambahnya.

Sementara itu, ibu dan anak, pembeli di Pasar Besar yang kebetulan mengikuti rapid test, kepada Kalteng Pos mengaku bahwa mereka masih menunggu hasil swab. Hasil rapid test dinyatakan IgM reaktif. Begitu pun dengan anaknya, IgG reaktif.

"Kalau saya, aktivitas seperti biasanya aja pak, berdiam diri di rumah. Kalau ada keperluan baru keluar. Misalnya untuk belanja di pasar untuk kebutuhan sehari-hari, seperti sayur dan ikan," ucapnya singkat.

Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Palangka Raya, dr Andjar Hari Purnomo menyebut, dari hasil rapid test, ada enam orang yang dinyatakan reaktif.

Untuk pengawasan terhadap mereka yang dinyatakan reaktif ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada ketua RT, ketua RW, dan lurah, agar ikut berpartisipasi dalam memberikan pemahaman kepada yang bersangkutan sekaligus melakukan pengawasan.

"Untuk pengawasan orang yang hasil rapidnya reaktif, kami percayakan kepada RT dan RW setempat serta lurah yang juga tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya," kata Andjara, tadi malam.

Di tempat terpisah, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani menyebut, total ada delapan warga Pasar Besar yang positif Covid-19 setelah menjalani uji swab.

“Sampai hari ini (kemarin, red), total pedagang yang terpapar positif Covid-19 ada sekitar delapan orang,” sebutnya.

Karena itu, Emi mengimbau lagi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak. Terutama kepada pedagang dan pengunjung pasar. Hal ini demi keamanan dan keselamatan kesehatan bersama dan mencegah terjadi transmisi lokal.

"Karena itu, antara satu pedagang dengan pedangan lain maupun dengan para pengunjung diharapkan tidak terlalu kontak erat alias jaga jarak. Bukan maksud kami untuk membatasi, tapi ini untuk keamanan kita bersama, agar tidak ada penambahan lagi orang terpapar positif Covid-19," beber Emi.

Saat ini pihaknya sedang fokus pada pengetatan dan pengawasan area pasar, karena area tersebut dinilai cukup ramai oleh aktivitas warga.

Selain Pasar Besar, pengawasan juga dilakukan di pasar depan Kantor PUPR Kalteng, Pasar Rajawali, Pasar Kahayan, dan Pasar Datah Manuah. “Ada 10 posko yang kami dirikan di daerah pasar,” sebutnya.

Danramil 1016-01 Pahandut Mayor Inf Heru Widodo menyampaikan, pihaknya sudah melakukan dua kali rapid test terhadap para pedagang dan warga yang tinggal di sekitar Kompleks Pasar Besar, Palangka Raya.

Kegiatan rapid test pada hari pertama diikuti 68 warga. Hasilnya, 14 orang warga dinyatakan reaktif. Pada hari kedua, tes diikuti oleh 30 orang warga.

“Hasilnya juga sama. Diketahui ada 14 orang yang reaktif. Jadi, total ada 28 orang reaktif,” terang  Heru Widodo.

Pada Sabtu (23/5), rapid test dilakukan di Gang Suhada, Jalan Sumatera. Begitu sulit merayu warga yang sedang sibuk dengan dagangan untuk meluangkan waktu mengikuti rapid test. Satu jam berlalu, tak sampai 30 orang yang berpartisipasi. Petugas dari Polsek Pahandut, Satpol PP, dan Koramil 1016-01 Palangka Raya harus mendatangi satu per satu pedagang dan membujuk mereka agar mau mengikuti rapid test.

1 2

Editor :dar
Reporter : ahm/sja/oiq/ram

You Might Also Like