Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 H bersama keluarga dengan penuh khidmat di tengah pandemi Covid-19. (ISTIMEWA UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Momen Hari Raya Idulfitri 1441 H tahun ini terasa sangat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terutama bagi masyarakat Kota Palangka Raya. Tradisi silaturahmi ke rumah sanak saudara, tetangga, dan lainnya harus ditiadakan, termasuk pula tradisi yang sering disebut dengan open house.

Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf mengaku prihatin dan merasakan kesedihan, dimana pada tahun pertama dirinya menjadi wakil rakyat, dirinya ingin berbagi dan merayakan hari kemenangan bersama seluruh mayarakat Kota Cantik sesuai dengan apa yang direncanakannya jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda.

“Namun keadaan seperti ini, semua di luar dugaan. Kita cukup ikuti anjuran pemerintah menerapkan social distancing. Sebagai wakil rakyat, dan sebagai wakil rakyat tentunya saya harus bisa memberikan contoh dengan tidak menggelar open house. Namun kita masih bisa bersilahturahmi melalui pesan singkat dan video call,” ujar Wahid, Senin (25/5).

Sementara di lain tempat hal yang serupa dirasakan Wakil Ketua I Komisi B, Susi Idawati. Diakuinya momen lebaran tengah pandemi saat ini, dirasakannya memang sangat jauh berbeda. Meski tidak menggelar open house, dirinya tetap memperhatikan serta mengikuti protokol kesehatan bagi keluarga yang datang. Pelaksanaan Salat Id dilakukannya bersama dengan seluruh anggota keluarga di halaman rumah.

Bahkan dengan adanya PSBB, Politisi NasDem ini menuturkan jika bersama keluarga menjadi tambah dekat satu dengan yang lain karena harus di rumah saja. Quality time, waktu bersama anak dan tugas sebagai ibu serta beribadah bersama selalu dilakukannya setiap hari.

“Alhamdulillah, luar biasa dan tetap bersyukur tetap diberikan kesehatan. Masih bisa bersilaturrahmi bersama keluarga, saling bermaaf-maafan. Lebaran tahun ini lebaran paling bersejarah. Persiapan untuk menyambut Idulfitri seperti makanan dan minuman juga tak ada. Kini juga bersama keluarga yang jauh memanfaatkan aplikasi zoom untuk bersilahturahmi,” tuturnya.

Demikian pula halnya seperti yang dikatakan oleh anggota Komisi A bidang Pemerintahan dan Keuangan, Noorkhalis Ridha. Lebaran pertamanya sebagai anggota legislatif pun tetap disyukurinya dengan segala cara, sebab masih diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul bersama orang tua dan sang istri. Bagi keluarga yang jauh pun, diungkapkannya masih tetap melakukan silahturahmi dengan melakukan video call dengan aplikasi pesan online tanpa harus bertemu dan mudik.

“Tentu memang ada rasa yang berbeda pada lebaran kali ini, di mana kita hanya bisa bersilaturrahmi melalui jejaring aplikasi online,” katanya.

Namun, lanjutnya, hal tersebut tidak mengurangi nilai dan esensi dari lebaran itu sendiri, yaitu merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa berhasil dilalui, dan kemenangan ini merupakan kemenangan bersama di tengah pandemi Covid-19. 

1 2

Editor :dar
Reporter : pra/uni

You Might Also Like