Dokter Mayawati dari RSUD Doris Sylvanus saat berikan penyuluhan di Mapolresta Palangka Raya.


PALANGKA RAYA - Penyemprotan desinfektan yang ditujukan untuk membunuh virus menempel di luar tubuh manusia, akhir-akhir ini mendapat tenggapan dari ahli medis di Kota Palangka Raya.

Salah satunya dari  dr Mayawati yang bertugas di  Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Ia menyampaikan, menurut World Healt Organitation (WHO), menyemprotkan cairan desinfektan di badan manusia itu bisa berakibat fatal dan berbahaya.

Oleh karena itu, dia menyarankan penyemprotan disinfektan langsung ke tubuh manusia mesti ditinjau kembali, karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit, mulut, dan mata.

"Jadi disarankan untuk cairan disinfektan itu cukup disemprotkan ke benda mati, karena Disinfektan merupakan proses dekonteminasi yang menghilangkan atau membunuh segala hal terkait mikroorganisme (baik virus dan bakteri) pada objek permukaan benda mati,”katanya.

Ini yang membedakan disinfeksi dengan antiseptik. “Kalau antiseptic membunuh atau menghambat mikroorganisme pada jaringan hidup," katanya saat memberikan penyuluhan kesehatan kepada personil Polresta Palangka Raya, Rabu (01/04/2020).

Namun hal tersebut kembali lagi ke pribadi masing-masing. Efek seperti yang disampaikan oleh ahli medis hanya berlaku untuk sejumlah orang yang memiliki riwayat tertentu. 

1 2

Editor :ndi
Reporter : ard

You Might Also Like