(Dery Ridwansah/JawaPos.com)


Rencana pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) menuai kritik. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dianggap terlalu terburu-buru dalam merealisasikan program tersebut. Tetapi, tidak diiringi dengan perencanaan matang.

Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai, Komcad tidak ada keharusan disiapkan seluas-luasnya dalam waktu dekat. Terlebih Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) yang menjadi dasar program ini baru disahkan sekitar 8 bulan lalu.

“Itu menurut saya, langkah yang buru-buru yang tidak jelas. Dari segi agendanya, timeline-nya ini nggak jelas,” kata Fahmi saat dihubungi, Sabtu (22/2).

Fahmi berpandangan, Kemenhan maupun Mabes TNI sebaiknya terlebih dahulu memetakan kebutuhan Komcad sebelum menjalankan programnya. Dengan begitu, gambaran program ini akan lebih jelas. Mulai dari jumlah dan cara pengelolaannya.

“Pernyataan kemarin itu terburu-buru, dikejar-kejar tapi belum jelas juga. Padahal kita juga belum tahu, pengelolan sumber dayanya bagaimana, program-programnya seperti apa,” imbuh Fahmi.

Fahmi menuturkan, dengan begitu cepatnya Komcad dijalankan, seharusnya Kemenhan menjelaskan urgensi dari program ini. Sebab, sebagaimana diketahui, Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur teknis pelaksanaan Komcad juga belum selesai dibuat.

“Ini hanya menimbulkan kegaduhan. Sosialisasi saja kan belum cukup langkah terkait pengelolaan sumber daya (Komcad) bagaimana,” pungkas Fahmi.

Atas dasar itu, Fahmi menyarankan Kemenhan lebih mengedepankan program bela negara. Berupa pendidikan kewarganegaraan secara luas. Hal ini dinilai lebih memiliki urgensi dibanding membentuk Komcad.(jpc)

 

Editor :
Reporter :

You Might Also Like