TAHUNAN: Sejumlah pemuda mengarak gunungan durian dan buah-buahan lain sebelum diperebutkan warga yang hadir dalam bazar dan lelang durian di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok. Agus Muhaimin/Jawa Pos Radar Blitar


Kabupaten Blitar punya event untuk memperkenalkan durian lokalnya. Salah satunya, kontes, bazar, dan lelang durian unggul. Acara di Desa Sumberasri itu kali ketiga diadakan.

---------------

RATUSAN durian berukuran jumbo memenuhi belasan stan di lapangan Desa Sumberasri Sabtu (8/2) lalu. Para pemilik pohon durian di desa tersebut unjuk kebolehan dalam merawat durian. Mereka mengikuti kontes durian lokal yang digagas para pemuda setempat.

Selain mengikuti kontes, para pemilik pohon menjajakan durian hasil panen di area perkebunan. Mereka juga menjual buah-buahan lain. Misalnya, petai, avokad, atau buah naga. Selain itu, mereka menawarkan aneka bibit buah-buahan yang dianggap unggul.

Panitia juga mengadakan sejumlah acara lain untuk memeriahkan event tersebut. Salah satunya adalah arak-arakan tumpeng durian. Setelah prosesi selesai, tumpeng itu lantas diperebutkan para pengunjung di lokasi bazar dan lelang. Selain durian, tumpeng tersebut berisi buah lainnya.

Meski begitu, para pengunjung tetap hati-hati saat ingin mengambilnya. Maklum, buah durian memiliki kulit yang cukup tajam sehingga dapat memicu luka jika mereka harus benar-benar berebut.

 

Event itu tergolong baru. Tahun ini adalah perhelatan ketiga. Acara tersebut selalu diselenggarakan saat musim durian di Desa Sumberasri. ’’Mudah-mudahan bisa menjadi agenda rutin tahunan,’’ kata Budi Kuswantono, ketua panitia kontes, bazar, dan lelang durian.

Dia menyatakan, ide pergelaran event itu tidak terlepas dari begitu banyaknya durian unggul asal Blitar, tidak terkecuali dari Sumberasri. Sayangnya, sejauh ini hanya beberapa durian yang sudah memiliki hak paten. Misalnya, durian badugul dari Kecamatan Talun. ’’Sebenarnya di desa ini banyak durian unggul. Tapi, sebagian besar belum punya nama dan hak paten,’’ jelas Budi.

Dia mencontohkan, ada satu varietas yang disebut durian 69. Namun, pada kontes tahun ini, petani durian tersebut tidak bisa hadir. Budi optimistis event itu akan membuat petani berlomba-lomba memelihara bibit durian unggul. Dengan begitu, lambat laun pasti ada durian khas asli Sumberasri yang bisa dibanggakan.

Dalam event tersebut, durian-durian yang disajikan dianggap warga memiliki kualitas unggul. Ukurannya juga besar-besar. Bahkan, ada yang beratnya sampai 7 kilogram. Dilihat sekilas, karakternya menyerupai durian jenis montong. Berwarna kuning dengan daging yang cukup tebal.

Sementara itu, Bupati Rijanto yang membuka Kontes dan Lelang Durian Unggul berharap kegiatan itu bisa rutin diadakan. Dia juga mendorong masyarakat makin intens menanam buah. ’’Desa ini punya potensi durian, manggis, avokad, dan yang lain,’’ tuturnya.(jpc)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like