Ilustrasi. (foto: net)


NANGA BULIK-Pemilik akun Facebook (FB) Jhons Heru Kalteng, H dipanggil dan mendapat pembinaan oleh Polres Lamandau, Jumat (21/2). Pasalnya, ia diketahui mengunggah hoaks tentang pamflet berisi informasi penculikan yang dikeluarkan oleh Polresta Sidoarjo, di akun media sosial (medsos) FB-nya.

Dalam video klarifikasi, H merupakan warga Desa Melata, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau. Ia mengaku sebagai wartawan dan mengakui perbuatannya telah menyebarkan hoaks. Dan berjanji tidak akan mengulangi lagi di kemudian hari.

Ia diketahui mengunggah pamflet atau selebaran dari Polresta Sidoarjo yang berbunyi “Waspada Penculikan Anak 1-12 Tahun. Bagi Ibu2, Bapak2 yg memiliki, Putra-putri yg masih kecil, alangkah baiknya kita waspada. Penculik anak ada di sekolah, perumahan dan kampung-kampung dengan menyamar sebagai penjual, pengemis, ibu hamil, orang gila dan lain-lain."

Faktanya, Polresta Sidoarjo tidak pernah membuat dan mengeluarkan pamflet atau selebaran tersebut. Dan, pamflet tersebut mendapat stempel hoaks.

Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun HP melalui Kabagops Kompol Harman Subarkah mengatakan, pihaknya melakukan pembinaan dan teguran keras kepada yang bersangkutan agar tidak menyebarkan hoaks di medsos. ”Saudara H kami minta membuat surat pernyataan serta menyampaikan testimoni permohonan maaf dan tidak mengulangi perbuatannya tersebut, serta bijak dalam bermedsos,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada warganet khususnya masyarakat Kabupaten Lamandau agar bijak bermedsos dan mengajak masyarakat jangan sampai mengunggah atau ikut menyebarkan berita dan informasi hoaks. (cho/ami/nto)

Editor :
Reporter :

You Might Also Like