Ilustrasi (foto: net)


KUALA KURUN - Kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Tewah pekan lalu, menjadi berita hangat di kabupaten Gunung Mas.

Pemerintah kabupaten Gunung Mas pun mengambil langkah cepat dengan mendatangkan psikolog untuk mendampingi dua bersaudara pelajar Sekolah Menengah Atas, yang menjadi korban pemerkosaan oleh belasan pelaku, untuk menghilangkan trauma atas kejadian tersebut.

“Sepintas kondisi kedua korban memang tampak baik dan stabil, tapi kami tidak mau ambil risiko. Kami tetap memberikan pendampingan maksimal dengan mendatangkan psikolog,” tutur Kepala bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Kabupaten Gunung Mas, Yestati Agave, Sabtu (15/9).

Menurut dia, tindakan asusila yang dialami bisa menjadi bayangan buruk bagi kedua korban. Kejadian kelam itu dikhawatirkan terus mengganggu pikiran sehingga berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan kedua korban.

“Belum lagi kalau mereka mendengar omongan dari orang lain, pasti akan berdampak terhadap psikologis mereka. Ini yang perlu kita antisipasi. Jangan sampai kedua korban melakukan tindakan negatif akibat psikologisnya tidak kuat,” tambahnya.

Selain kedua korban, kondisi para tersangka juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Mereka juga harus tetap dipantau dan didampingi dalam menjalani proses hukum.

"Sebagian pelaku ada yang di bawah umur juga. Namun sekarang, kami sedang fokus memberikan pendampingan kepada korban dulu,”bebernya.

Kapolsek Tewah, Ipda Priyo Mulyono saat dikonfirmasi terkait kondisi mental korban mengatakan bahwa kondisi korban sekarang sedang syok berat, apalagi orang tua korban.

“Kondisi korban sedang syok akibat kasus ini, apalagi keluarga korban,” tutur Priyo.

Saat ini menurut Priyo, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif dari pihak kepolisian. Hingga Sabtu (15/9), sudah ada tujuh  pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Tujuh pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan yang lain nya sudah dikembalikan orangtua masing-masing karena berdasarkan interogasi tidak terbukti terlibat,dan terkait isu yang beredar bahwa dari para pelaku ada mengunakan benda tumpul  yang dimasukan ke alat kelamin korban, kami tegaskan bahwa isu itu tidak benar,”pungkas Priyo.(okt/ol/nto)

You Might Also Like