Rojikinnor


PALANGKA RAYA - Sekda Kota Palangka Raya, Rojikinnor menegaskan defisit saat ini yang mencapai sekitar Rp30 miliar dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari pendapatan pajak yang tidak terpenuhi, kemudian dana bagi hasil dari provinsi yang juga tidak terpenuhi. Sampai ke penurunan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Akhirnya kami rencanakan untuk menunda pembangunan, dengan nilai sekitar Rp30 miliar itu. Penyeimbangan neraca ya di APBD-P ini. Bisa plus ataupun  minus,” ucap Rojikinnor usai menghadiri salah satu acara di Jalan Imam Bonjol, Kamis (6/9).

Menurut dia, APBD-P memang dirancang untuk rasionalisasi anggaran. Perubahan rencana pembangunan daerah menyesuaikan dengan keuangan daerah.

“Rasionalisasi ini bisa penambahan program ataupun pengurangan program menyesuaikan dengan kondisi keuangan,” katanya.

Contohnya, lanjut dia, seperti target penerimaan yang meleset dan tidak tercapai pada semester awal menjadi defisit anggaran. Sehingga program-program yang telah disusun harus disesuaikan dengan kondisi keuangan.

“Program pembangunannya bisa di tunda tahun depan, atau pagunya dikurangi ataupun programnya ditiadakan sama sekali. Semuanya dilihat kembali ke skala prioritas, yang bisa ditunda akan ditunda dulu,” lanjutnya.

Sektor yang menurutnya perlu getol digenjot adalah sektor pajak. Melalui Intensifikasi pajak, jangan sampai ada wajib pajak yang tidak membayarkan kewajibannya. Selain itu juga perlu ditunjang dengan pengawasan agar potensi tersebut tidak bocor.

“Misalnya hotel yang memiliki pajak hiburan. Harus dicek ditunggui benar tidak pelaporannya. Begitu juga rumah makan, coba satu bulan dilakukan uji petik satu bulan. Agar nantinya dapat menumbuhkan kesadaran objek,” tuturnya. (awa/ami/iha/CTK)

You Might Also Like