Waka Polres Kobar Kompol Boni Ariefianto ketika melakukan jumpa pers terhadap pelaku illegal mining di Mapolres, Sabtu (21/11). (Istimewa untuk Kalteng Pos)


PANGKALAN BUN,KALTENGPOS.CO - Polisi langsung bergerak menangani musibah longsornya tambang liar yang terjadi di Desa Sungai Seribu Kecamatan Arut Utara. Satu orang yang diketahui sebagai ketua rombongan pekerja bernama Hendra akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan status pelaku tersebut, setelah polisi melakukan pemeriksaan dan penyelidikan secara mendalam. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kobar AKBP Devi Firmansyah melalui Waka Polres Kompol Boni Ariefianto ketika melakukan pres rilis di kantornya, Sabtu (21/11).

Menurutnya, polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka dianggap lalai dan melanggar Undang-undang tentang pertambangan dan mineral. Pelaku tersebut, ternyata warga Jalan Saloon Tasikmalaya Jawa Barat. Dengan merekrut warga  diajak bekerja melakukan pertambangan illegal. Semua orang yang bekerja sebanyak 23 orang dan memiliki peran masing-masing. Semuanya pelaku yang mengatur dan menjadi pimpinan rombongan.

"Pada saat bekerja, ternyata terjadi longsor yang menyebabkan 10 orang pekerja tertimbun. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tujuh lainnya masih belum ditemukan,"katanya.

 

Boni menegaskan, sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu tersangka lainnya. Mengingat pelaku ini tidak bekerja sendiri, dan masih ada beberapa saksi yang masih dilakukan pemeriksaan. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan untuk aktivitas pertambangan itu.

"Tujuh orang lainnya masih belum ditemukan dan pencarian masih dihentikan karena faktor cuaca. Kami akan terus ungkap kasus ini,"tegasnya.

1

Editor :hen
Reporter : son