Ilustrasi penggunaan AC. (Pinterest)


Dunia kembali diingatkan bahaya rusaknya lapisan ozon bagi kesehatan dan lingkungan. Dalam rangka Hari Ozon Sedunia pada 16 September dengan tema resmi dari United Nations Environment Programme (UNEP) yaitu Ozone for Life, masyarakat diajak untuk memulihkan lapisan ozon agar planet ini tetap bisa dihuni oleh generasi anak cucu.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengimbau seluruh masyarakat dunia dapat melindungi dan memulihkan lapisan ozon. Hal ini diperlukan untuk demi masa depan yang lebih cerah dan lebih adil bagi semua umat manusia.

Ozon yang ada di atmosfer atas berfungsi sebagai tabir surya alami yang menghalangi sinar ultraviolet yang berbahaya. Konsentrasi ozon yang tinggi di tanah beracun bagi kesehatan manusia, dan merusak vegetasi serta ekosistem.

Ozon adalah komponen kunci dari kabut asap. Ini dibuat oleh reaksi kimia antara nitrogen oksida dan polutan yang dipancarkan oleh mobil dan pembangkit listrik dengan adanya sinar matahari ultraviolet.

Temuan terbaru oleh Royal Society, akademi sains Inggris, menunjukkan ozon di permukaan tanah telah meningkat sekitar dua bagian per miliar (ppb) setiap dekade sejak 1980-an. Terlebih lagi, tingkat ozon telah melanggar ambang batas keamanan di banyak wilayah di seluruh dunia, dan telah dikaitkan dengan kerusakan vegetasi yang parah secara global.

“Efek ozon ini juga sebanding dengan tekanan lain seperti hama dan penyakit pada tanaman, panas, dan kekeringan,” jelas Peneliti di Universitas Oslo, Ane Vollsnes, seperti dilaporkan laman DW.

Beberapa tingkat permukaan ozon tertinggi di dunia telah ditemukan di bagian barat AS, Norwegia, India barat laut, Tiongkok dan Pakistan. Sebuah studi pada 2017 menemukan bahwa pemanasan di masa depan dan polusi ozon yang tidak dapat dikurangi di AS. Ini bisa menyebabkan penurunan 13 persen pada tanaman gandum, 28 persen pada hasil kedelai, dan 43 persen pada jagung pada 2050 jika dibandingkan pada 2000.

Berbeda dengan dua atom oksigen (O2) yang esensial bagi keberadaan kehidupan, ketiga atom oksigen (O3) yang menyusun ozon dapat mencekik tumbuhan dan hewan saat terhirup. Pada manusia, dapat merusak jaringan paru-paru.

Paparan ozon dalam jangka panjang dikaitkan dengan masalah kesehatan permanen. Seperti perkembangan paru-paru yang tidak normal pada anak-anak. Ozon cenderung menghalangi lubang kecil yang disebut alveoli di paru-paru, yang bisa memperparah masalah pernapasan seperti sesak napas, serangan asma, dan batuk.

Dalam Webinar bersama Kementerian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan baru-baru ini, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, bahan perusak ozon akan merusak atmosfer. Salah satu bahan perusak ozon adalah dari udara yang dilepaskan saat menyervis AC. Sehingga harus dikurangi pemakaiannya.

“Kita harus minimalkan yang terlepas ke udara. Bagaimana caranya, yakni jika teknisi AC punya kompetensi tinggi. Servis AC dilakukan dengan baik, dengan mencegah bahan perusak ozon tersebar ke udara,” katanya.

KLHK memberikan bantuan peralatan kepada teknisi RAC, Balai Latihan Kerja (BLK) serta Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK). Peralatan ini diharapkan dapat membantu teknisi dalam melaksanakan kegiatan servis peralatan penyiapan teknisi Refrigerasi dan AC (RAC) dengan benar serta mendukung penyediaan infrastruktur di BLK dan BDLHK guna melakukan pelatihan dan sertifikasi teknisi RAC.

Pada hari ini juga KLHK dan BNSP menandatangani skema sertifikasi teknisi refrigerasi dan tata udara yang akan menjadi pedoman bagi LSP untuk melaksanakan sertifikasi teknisi RAC. Dengan pengesahan skema tersebut, diharapkan dapat mempercepat penyediaan teknisi RAC yang kompeten serta mendorong penguatan daya saing tenaga kerja Indonesia.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc