Ilustrasi vaksin Covid-19 (ANTONOV/AFP)


Vaksin Covid-19 pertama kemungkinan akan tersedia menjelang akhir tahun ini atau awal tahun depan, demikian dilansir surat kabar Handelsblatt, Jerman mengutip pernyataan Komisaris Uni Eropa untuk Kesehatan dan Keamanan Pangan Stella Kyriakides.

“Kendati membuat prediksi akan berisiko pada tahap ini, kami memiliki sejumlah indikasi yang baik,” ujar Kyriakides kepada surat kabar tersebut, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

Komisaris tersebut juga menyatakan kekhawatirannya soal lonjakan tingkat penularan di seluruh wilayah Uni Eropa (UE), dengan mengatakan bahwa “kita mencatat peningkatan jumlah wabah dalam skala lebih kecil dan besar di beberapa negara anggota.” Dia pun mengimbau negara-negara anggota UE untuk mengendalikan sumber penularan lokal melalui pengujian, pelacakan kontak, dan karantina secepatnya.

Kyriakides tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa beberapa negara anggota mungkin akan kembali mengambil langkah pembatasan drastis, seperti yang dilakukan pada Maret dan April lalu. “Ketidakpastian seputar penyebaran virus ini masih terjadi … Kita harus tetap waspada dan tidak lengah demi menghindari lockdown kedua,” ujarnya memperingatkan, seraya menambahkan bahwa UE kini lebih siap dibandingkan saat periode awal krisis tersebut.

Lebih lanjut, Kyriakides mengatakan bahwa aplikasi peringatan Covid-19 yang kini tersedia di negara-negara anggota harus digabung menjadi satu portal sehingga dapat digunakan di seluruh wilayah UE.  Dirinya pun berharap tahap percobaan portal itu dapat dimulai pada awal September mendatang. (*)

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc