Ilustrasi Keluarga.NET


Sejak masa pandemi Covid-19, masyarakat disarankan untuk tetap beraktivitas #DiRumahAja demi meminimalisir penyebaran virus dan menjaga kesehatan. Banyak aktivitas pun harus dijalankan dengan tetap tinggal di rumah, termasuk anak-anak yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan bermain dari rumah ketimbang beraktivitas di luar.

Selama #DiRumahAja, anak-anak banyak menghabiskan waktu mereka dengan menggunakan perangkat elektronik, mulai dari menonton TV, bermain media sosial, hingga bermain game menggunakan ponsel pintar. Keadaan ini tidak jarang membuat anak ketagihan bermain gadget dan menyebabkan mereka menjadi lalai dan mengabaikan agenda kegiatan, hingga mempengaruhi pola hidup dan aktivitas lainnya. Di sinilah orang tua perlu menyiasati aturan screen time  pada anak dan mencari aktivitas menarik agar sang buah hati tidak ketagihan bermain gawai dan tidak bosan selama di rumah.

dr Daniel, Sp.A, dokter Spesialis Anak yang juga Mitra Dokter dari Good Doctor mengatakan, “Regulasi screen time anak merupakan bagian integral yang komprehensif bersama dengan regulasi aktivitas fisik, regulasi aktivitas sedentarian, dan regulasi tidur yang sesuai dengan tahapan usia anak. Di era pandemi, durasi waktu screen time mengalami peningkatan, sehingga diperlukan perhatian khusus untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, screen time, dan waktu tidur yang merupakan kebutuhan dasar anak untuk meraih tumbuh kembang yang optimal.”

Namun demikian, tidak sedikit juga orang tua yang mulai kewalahan dalam mengontrol screen time anak mengingat kini ruang gerak mereka terbatas. Jika tidak diatasi, situasi ini bisa memicu ketegangan dan tekanan bagi orang tua maupun anak. Apabila para orang tua memiliki kesulitan dan keluhan terkait cara menyiasati screen time atau kesehatan fisik maupun mental anak, dianjurkan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter agar mendapatkan informasi yang akurat.

“Kini orang tua tidak perlu lagi khawatir, karena konsultasi seputar kesehatan anak dengan dokter spesialis anak pun dapat dilakukan dengan mudah dengan memanfaatkan layanan telemedis Good Doctor di aplikasi GrabHealth. Good Doctor hadir untuk menemani dan membantu keluarga di Indonesia menyesuaikan diri dengan segala kebiasaan baru, agar beban orang tua tidak dipikul sendiri melainkan dapat diurai dengan bantuan mitra dokter profesional kami”, jelas Managing Director Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana.

Selain layanan tanya jawab kesehatan secara daring dengan mitra dokter profesional, para orang tua juga dapat membeli obat dan ragam produk kesehatan untuk anak, serta membaca informasi kesehatan anak dan gaya hidup cukup dengan 1 klik pada menu  ‘kesehatan’ di aplikasi Grab.

Berbagai konten artikel dan tips kesehatan akurat dan telah dikurasi oleh tim mitra dokter pun dapat dibaca di web Good Doctor.

dr Daniel menambahkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua selama menerapkan screen time pada anak-anak, yaitu:

1. Jangan biarkan anak melakukan  screen time sendirian. Orang tua pun harus mendampingi dan mengarahkan konten-konten yang diakses oleh anak-anak.

2. Pastikan anak mengakses konten yang berkualitas, jangan biarkan anak terpapar konten yang berbau kekerasan dan pornografi.

3. Matikan perangkat gawai jika tidak sedang digunakan dan jangan menggunakannya untuk menenangkan perilaku anak.

Selain itu, selama #DiRumahAja, orang tua juga perlu memaksimalkan fungsi parental control atau pengawasan terhadap anak, seperti:

1. Memberikan anak lebih banyak perhatian dan lebih sering mengajak anak bicara dari hati ke hati. Dengan demikian, orang tua juga bisa memiliki sesi berbicara berkualitas dengan anak untuk bisa mendengarkan keluh kesah serta pendapatnya.

2. Mendampingi anak selama bermain.

3. Mendampingi anak selama belajar online atau sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.

4. Melibatkan anak menyusun agenda kegiatan rutin harian selama #DiRumahAja.

5. Mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik secara bersama-sama.

Untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, screen time di luar waktu belajar online dan aktivitas lainnya termasuk jam tidur pada anak, orang tua perlu memperhatikan anjuran screen time dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini:

Screen time tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 1 tahun. Pada usia ini anak dianjurkan untuk melakukan permainan interaktif bersama orang tua. Sementara untuk regulasi aktivitas keseharian, orang tua bisa membacakan cerita kepada anak. Bayi berusia 0-3 bulan harus memiliki waktu tidur berkualitas 14-17 jam, sementara bayi berusia 4-11 bulan butuh waktu tidur berkualitas 12-16 jam, sudah termasuk tidur siang.

Begitu juga pada anak usia 1-2 tahun, tidak direkomendasikan mendapat screen time. Namun, anak usia 2-3 tahun boleh memiliki durasi screen time yang tidak lebih dari 1 jam. Di usia ini anak dianjurkan melakukan aktivitas fisik minimal 180 menit per hari dengan pengaturan waktu tidur berkualitas selama 11-14 jam, termasuk tidur siang.

Pengaturan screen time untuk anak usia 3-6 tahun pun dianjurkan tidak lebih dari 1 jam. Anak perlu melakukan aktivitas fisik minimal 180 menit per hari dengan waktu tidur yang berkualitas sekitar 10-13 jam, termasuk tidur siang.

Selanjutnya, screen time untuk anak usia 6-12 tahun dianjurkan tidak lebih dari 90 menit dan anak perlu mendapatkan waktu tidur berkualitas 9-11 jam. Pada usia ini, anak sudah mengerti konsep keseimbangan waktu, sehingga orang tua dapat membantu mereka mengelola screen time sesuai dengan jadwal.

Untuk anak usia 12-18 tahun, durasi screen time tidak lebih dari 2 jam dan waktu tidur yang dianjurkan adalah 8-10 jam. Diharapkan, screen time tidak mendominasi atau menggantikan aktivitas penting lainnya bagi anak seperti jam tidur dan aktivitas fisik.

123

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc