Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) melakukan coklit ke rumah warga Kelurahan Bukit Tunggal, beberapa hari lalu. (DENAR/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengeluarkan catatan hasil pengawasan dan saran perbaikan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pilkada tahun ini. Berdasarkan catatan itu diketahui ada ribuan pemilih pemula di Kalteng yang belum terdaftar dalam daftar pemilih model A-KWK.

Bawaslu merilis bahwa daerah di Kalteng dengan jumlah paling banyak pemilih pemula yang tak terdaftar ada di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), dengan jumlah 2.645 pemilih pemula. Disusul Kota Palangka Raya dengan jumlah 2.025 dan Kabupaten Lamandau sebanyak 1.083. (lihat tabel).

Ada tiga poin penting yang tertulis dalam surat yang ditandatangani 7 Agustus lalu itu. Pertama, proses sinkronisasi tidak memasukkan data penduduk paling mutakhir, yaitu penduduk yang berusia 17 tahun atau sudah menikah pada 9 Desember 2020. Dibuktikan dengan adanya pemilih pemula dan penduduk belum berusia 17 tahun yang sudah menikah tapi tidak terdaftar dalam daftar pemilih model A-KWK.

Kedua, proses sinkronisasi tidak menghasilkan daftar pemilih akurat dan valid. Daftar pemilih model A-KWK masih mencantumkan pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, dan tidak memasukkan pemilih dalam daftar pemilih khusus pemilu 2019. Terakhir, daftar pemilih model A-KWK belum memenuhi syarat pembentukan pemilih dalam satu TPS, dan belum memenuhi syarat kemudahan pemilih. Ditemukan belum memenuhi prinsip satu keluarga memilih dalam satu TPS yang sama.

Ketua Bawaslu RI Abhan yang kebetulan melaksanakan kunjungan kerja di Kalteng, meminta agar temuan itu harus segera diperbaiki sebelum masa coklit berakhir, yakni 13 Agustus. Coklit harus dilakukan komprehensif, mutakhir, dan akurat. Harus bisa memastikan bahwa DPT nantinya adalah DPT yang valid dan akurat.

Meski demikian, KPU Kalteng menyebut bahwa pihaknya belum menerima informasi dari KPU RI terkait hasil pengawasan Bawaslu RI tersebut.

“Sampai tadi pagi (Minggu pagi, red) kami belum dapat informasi dari KPU RI, karena surat itu ditujukan ke KPU RI. Jika sudah ada informasi, kami akan sampaikan,” kata Anggota Komisioner KPU Kalteng Wawan Wiraatmaja saat dikonfirmasi Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co), kemarin (9/8).

Terpisah, Ketua Bawaslu RI Abhan didampingi oleh Ketua Bawaslu Kalteng Sastriadi, Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya Endrawati, serta jajaran Bawaslu provinsi dan kota melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Rakumpit, Sabtu (8/8). Kemudian pada Minggu (9/8) melanjutkan kunjungan kerja ke Kapuas dan Pulang Pisau.

Ketua Bawaslu Kalteng Satriadi mengatakan, kedatangan Ketua Bawaslu RI Abhan kali ini dalam rangka supervisi bagi jajaran pengawas pemilu di Kalteng. Kalteng menjadi perhatian Bawaslu pusat karena Kalteng masuk daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Terkait beberapa temuan yang disampaikan oleh Bawaslu pusat soal proses tahapan pencoklitan di Kalteng, Satriadi mengatakan, beberapa temuan selama coklit tentu akan menjadi  perhatian Bawaslu Kalteng untuk selanjutnya disampaikan ke pihak KPU provinsi maupun kabupaten/kota.

 “Di samping itu, beberapa  yang disampaikan berupa  saran perbaikan langsung ke jajaran  KPU, juga nantinya akan dilihat lagi hingga 13 Agustus, apakah berapa saran perbaikan tersebut sudah dilaksanakan,” ujar Sastriadi.


12

Editor :dar
Reporter : oiq/abw/sja/ram