ILUSTRASI hidup sehat. (Dok. Live Strong)


Penderita diabetes banyak yang tidak menyadari bahwa gula darahnya sudah melewati batas normal. Apalagi bagi mereka yang sudah masuk kondisi pre-diabetes, hampir tidak merasa dan menyadari gejalanya. Padahal, prevalensi penderita begitu besar.

Ahli endokrin dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES menyebut diabetes juga sebagai pandemi. Sebab jumlahnya di dunia sudah mencapai ratusan juta orang. Di Indonesia, sesuai data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) jumlahnya mencapai 10,9 persen dari populasi orang dewasa.

 “Diabetes itu pandemi. Di dunia ada 463 juta orang dikelilingi diabetes. Angka di Indonesia lebih tinggi yakni 10,9 persen. Jika ada 175 juta orang dewasa, maka ada 19 juta orang dengan diabetes. Itu pandemi,” tegasnya dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

“Sebelum Covid-19 di-declare pandemi, diabetes juga pandemi lho. Pandemi Covid-19 dan pandemi diabetes,” jelasnya.

Kedua penyakit ini, kata dr. Roy, memiliki dampak yang sama. Jika terinfeksi, sama-sama panik dan sama-sama berisiko terkena komplikasi.

“Dua-duanya berikan dampak yang sama. Komplikasi dan panik. Orang kena Covid-19 juga panik. Nah kalau digabungin, pasien diabetes terkena Covid-19 akan lebih parah,” tukasnya.

Risiko seorang pasien diabetes yang terkena Covid-19 bisa 4-6 kali lipat kemungkinan mengalami kondisi fatal. Jika ditanya apa faktornya, lanjutnya, tubuh yang gemuk dan malas olahraga, hingga keturunan, bisa meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.

“Sampai saat ini diabetes bukan faktor risiko untuk Covid-19. Kami terus meneliti terus. Apakah virus Korona suka ‘jalan-jalan’ sampai ke organ pankreas di mana pasien diabetes mengalami gagal fungsi pankreas untuk mengelola insulin,” ungkapnya.

“Kondisi diabetes itu, gula membuat rusak badannya. Diabetes imunitasnya akan drop. Lalu kalau dimasukkan Covid-19 lagi fatalitasnya tinggi. Maka selalu kontrol gula darahnya,” tegasnya.

Dr. Roy menyebut seseorang akan mudah dinyatakan sebagai penderita diabetes jika kadar gula darahnya melebihi 126 Mg/dL. Sayangnya, seseorang dengan pre-diabetes yakni gula darah 101-126 Mg/dL tak sadar dirinya sudah nyaris terkena diabetes dan jumlahnya sangat banyak.

“Pre-diabetes itu 101-126 gulanya. Itu jumlahnya banyak banget. Indonesia paling banyak nomor 3 di dunia. Saya selalu katakan, jangan menunggu gejala. Ubahlah pola hidup kita,” ujarnya.

12

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc