ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA-Bagi pasangan yang sudah kebelet menikah, tak usah khawatir. Juga tak perlu ditunda hanya karena kondisi pandemi saat ini. Apalagi yang berencana menyelenggarakan resepsi. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya sudah memberi lampu hijau. Masyarakat sudah dibolehkan menggelar resepsi pernikahan. Meski demikian, ada banyak syarat yang harus dipenuhi. Agak ribet memang. Ribetnya melebihi ketika hendak melamar pasangan.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani menjelaskan, menyongsong adaptasi kebiasaan baru (AKB), pihaknya menggelar sosialisasi kepada pelaku usaha jasa pernikahan terkait tata tertib penyelenggaraan resepsi pernikahan. Ada 17 hal yang mesti jadi perhatian. Direkomendasikan kepada pelaku usaha jasa pernikahan maupun kepada penyelenggara atau penanggung jawab acara.

“17 syarat itu bersifat wajib diterapkan,” ucapnya kepada Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co), kemarin (6/8).

Untuk mengawasi dan memastikan protokol kesehatan bisa berjalan sesuai harapan, pihaknya akan menurunkan tim ke setiap lokasi resepsi pernikahan, untuk mengingatkan atau menertibkan para tamu undangan. Sebelum melakukan acara hajatan atau pun acara resepsi pernikahan, para penyelenggara atau penanggung jawab harus mengajukan permohonan izin kepada Satgas Covid-19 Palangka Raya.

Divisi Asistensi Protokol Kesehatan Satgas Covid-19 nanti akan menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan kesiapan dan sarana prasarana penunjang penerapan protokol kesehatan dalam acara tersebut. Jika hasil pengecekan memenuhi syarat, maka akan diberikan surat rekomendasi.

Pengurusan surat izin atau rekomendasi penyelenggaraan hajatan dan resepsi pernikahan tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Bahkan pengawasan protokol kesehatan yang dilakukan anggota Satgas Covid-19 di lokasi hajatan juga gratis.

“Karena ini adalah bentuk profesionalitas kami (Satgas Covid-19 Kota, red),” pungkasnya.


17 SYARAT MENGGELAR RESEPSI PERNIKAHAN

           

1. Disediakan tempat cuci tangan dan sabun

2. Undangan dan penyelenggara wajib mengenakan masker

3. Jarak antarkursi 1 meter

4. Jumlah kursi hanya 30 persen dari kapasitas ruangan

5. Maksimal 30 undangan dalam satu sesi

6. Pembersihan meja dan kursi dengan disinfektan

7. Maksimal empat kursi dalam satu meja

8. Memastikan tidak ada kerumunan pengunjung

9. Penyajian makanan dengan kotakan atau prasmanan (ada petugas khusus yang menyajikan)

10. Pencatatan tamu undangan dilakukan oleh petugas khusus

11. Diutamakan ada sarung tangan untuk pergantian pemegang mikrofon

12. Saat berjoget tetap menjaga jarak minimal 1 meter dan mengenakan masker

13. Tidak ada salaman dengan pengantin

14. Acara malam hari sampai pukul 22.00 WIB

15. Menyediakan hand sanitizer

16. Pihak penyelenggara menyiapkan petugas khusus untuk mengatur protokol kesehatan

17. Memastikan setiap pengunjung dalam kondisi sehat dengan melakukan pengecekan suhu tubuh

 

Sumber: Tim URC untuk Kalteng Pos


Editor :dar
Reporter : ahm