Semenjak wabah Covid-19 melanda Kota Cantik, Taman Pasuk Kameloh ditutup untuk pengunjung. (DENAR/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Garis kuning masih membentang di Taman Pasuk Kameloh. Pemberitahuan masih terpampang jelas. Sejak ditutup 21 Maret lalu, sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya belum berencana untuk membuka kembali taman yang dijadikan tempat rujukan masyarakat Kota Cantik untuk melepas penat itu.

Selain taman yang ada di bawah Jembatan Kahayan itu, beberapa taman lain juga masih ditutup untuk masyarakat, seperti Taman Papan Nyahu Taliwu di Jalan Seth Adji dan Taman Putri Bunter di Jalan Lambung Mangkurat. Belum dibuka untuk pengunjung. Entah sampai kapan.

 “Kami memutuskan untuk menutup karena taman tersebut berada di zona merah,” kata Kepala Disperkimtan Kota Palangka Raya Imbang Triatmaji melalui Kepala Bidang Penataan Estetika dan Ruang Terbuka Hijau Muhammad Alfath kepada Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co), kemarin (5/8).

Penutupan taman ini merupakan salah satu upaya pihaknya dalam mencegah sebaran Covid-19 makin meluas.

Meski taman-taman tersebut ditutup untuk umum, tapi kegiatan pemeliharaan dan perbaikan ringan atau maintenance taman tetap dilakukan rutin setiap hari, agar kondisi taman tetap terawat, indah, dan asri.

Perihal kapan dibukanya kembali taman, saat ini pihaknya hanya bisa berkoodinasi dengan pimpinan dan anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya, untuk memantau perkembangan wabah Covid-19 di wilayah ini.

Alfath mengungkapkan, jika kondisi penularan Covid-19 di Kota Cantik mereda dan bisa dikendalikan oleh Satgas Covid-19, maka pihaknya akan mempertimbangkan membuka lagi taman-taman kota, dengan tetap melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk kembali membuka taman, pihaknya membutuhkan rekomendasi dari wali kota dan Satgas Covid-19.

“Pengambilan keputusan soal pembukaan taman pun harus dilakukan secara cermat, mengingat taman yang kami tutup merupakan taman ramai pengunjung,” beber Alfath.

Bukan hanya taman-taman kota yang masih ditutup untuk umum, lokasi wisata pun masih belum diberi lampu hijau untuk dibuka kembali. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Palangka Raya Ikhwanudin.

“Belum ada perintah dari Bapak Wali Kota Palangka Raya,” ucapnya.

Jika nanti lokasi wisata diperbolehkan beroperasi lagi, tentu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, harus lolos verifikasi protokol kesehatan dan mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 perihal memungkinkan atau tidak tempat wisata dibuka lagi. Selain itu, kami juga masih menunggu kebijakan atau arahan wali kota terkait hal tersebut,” tutur Ikhwanudin.

12

Editor :dar
Reporter : ahm/ram