Ketua Komite I DPD RI Agustin Teras Narang


PALANGKA RAYA - Menghadapi pembangunan ketahanan pangan nasional berkelanjutan atau food estate di Kalteng, tepatnya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, pemerintah diminta untuk benahi infrastruktur di dua wilayah tersebut. Itu disampailan oleh Ketua Komiti I DPD RI Agustin Teras Narang.

Teras Narang mengatakan, penguatan sektor pertanian menjadi penting terutama mengantisipasi krisis pangan. Pemerintah pusat sendiri tengah merencanakan pembangunan lumbung pangan di Kalimantan Tengah, namun kondisi faktual di lapangan menunjukkan banyak hal yang mesti dibenahi. 

Hal ini jadi salah satu temuan dari reses anggota DPD RI Teras Narang saat berdiskusi dengan Camat Pandih Batu dan Camat Maliku beserta para perangkat desa. “Masyarakat telah memberi respon positif pada gagasan pemerintah yang saya harapkan jadi lumbung pangan berkelanjutan. Sebaliknya pemerintah mesti menunjukkan sikap positif dengan membenahi infrastruktur pertanian yang ada,” ucapnya melalui rilis, Rabu (5/8).

Menurut Teras, masyarakat memberi respon positif karena ada harapan akan perbaikan kesejahteraan. Namun, masyarakat juga melihat ada kepentingan pada pembenahan infrastruktur pertanian. 

Selain masyarakat membutuhkan pendampingan dari para penyuluh pertanian yang mumpuni, menurutnya infrastruktur juga jadi salah satu sorotan masyarakat. Diantaranya soal pembenahan sarana irigasi yang sudah lama tidak mendapatkan perhatian. Dalam hal ini, menurutnya bila pemerintah daerah mengalami kesulitan karena keterbatasan anggaran, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR diharapkan lekas turun tangan. 

“Bagaimanapun tak harus menggunakan proyek lumbung pangan terlebih dahulu untuk membenahi infrastruktur pertanian di Kalteng. Apalagi kalau memang ada niat ke arah sana” ujarnya. 

Pihaknya pun menyebut beberapa infrastruktur yang perlu diperhatikan seperti akses angkut yang membutuhkan kajian teknis dan anggaran dari pusat karena kondisi bentang alam Kalteng yang berbeda dibandingkan di Jawa. Selain itu untuk irigasi terutama dinilai mendesak untuk mendapatkan perhatian mengingat pengairan merupakan salah satu kunci sukses pertanian. 

“Persawahan juga akan lebih baik manakala irigasinya lebih baik, terutama irigasi primer, sekunder tersier hingga kuarter. Perlu perawatan dan perbaikan pada saluran irigasi lawas dan penataan ulang termasuk bila perlu ada penambahan” jelasnya. 

Lebih jauh, ia berharap kunjungan dari berbagai kementerian termasuk dari Bulog ke Pulang Pisau dapat disinergikan. Selain adanya dukungan penataan infrastruktur pertanian,menurutnya dukungan pendampingan dan penyaluran alat pertanian modern juga sangat diharapkan dari Kementerian Pertanian.

Disamping itu masalah hama yang dikaitkan dengan dugaan adanya perkebunan sawit disekitar wilayah itu,juga disampaikan. “Tentu saja dalam hal ini pemerintah daerah mesti melakukan pemetaan masalah dan membuat skema penyelesaian bersama dengan pemerintah pusat” pungkasnya. 

12

Editor :dar
Reporter : arj