Kepala BKD Kalteng, Katma F Dirun


PALANGKA RAYA-Berdasarkan data instansi atau daerah yang melaksanakan seleksi kompetensi bidang (SKB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dipastikan tidak melaksanakan SKB sistem computer assisted test (CAT) secara mandiri. Kebijakan tersebut diambil dalam rangka efisiensi kegiatan serta mencegah terjadinya pengumpulan massa pada masa pandemi Covid-19 ini.

Langkah ini tentu berbeda dengan sebelumnya. Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) pada 2019 lalu, Pemprov Kalteng dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng melaksanakan SKD CAT secara mandiri. Sedangkan SKB pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebelumnya juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan dilaksanakan di Korem Palangka Raya.

"Pelaksanaan SKB CAT tahun ini kami gabungkan dengan UPT BKN Kota Palangka Raya. Ada beberapa pertimbangan, seperti menghindari pengumpulan banyak orang dan ketersediaan listrik oleh PLN. Ketika diberi peluang pelaksanaan gabungan dengan UPT BKN, kami putuskan untuk bergabung," kata Kepala BKD Kalteng Katma F Dirun melalui Kepala Bidang Pengembangan Suhufi Ibrahim, kemarin (4/8).

Selain itu, pelaksanaan SKB di UPT BKN ini pun dinilai mempermudah koordinasi antara BKD Kalteng dengan UPT BKN. Lantaran, lanjut dia, bagaimana pun juga teknis pelaksanaan tetap di bawah kendali BKN, sedangkan BKD Kalteng hanya sebatas memfasilitasi. Sebagai contoh, SKD sebelumnya yang dilaksanakan di BKD secara mandiri. BKD hanya memfasilitasi tempat.

"Padahal, apabila BKD mau melaksanakan SKB CAT secara mandiri, fasilitas sangat memadai. Akan tetapi, kami pasti akan mengumpulkan banyak karyawan dalam persiapan dan pelaksanaan SKB. Jika bisa dikoordinasi dengan BKN, maka lebih memudahkan pelaksanaan dan bisa mencegah potensi penyebaran Covid-19. Pelaksanaan yang digabungkan ini juga bisa menghindari kecurigaan," beber Suhufi kepada media.

Meski demikian, BKD Kalteng tetap mengoordinasikan administrasi pelaksanaan seperti pelaksanaan SKD sebelumnya.

Saat dikonfirmasi berkenaan dengan recofusing dan realokasi anggaran yang terganggu akibat penanganan Covid-19, pihaknya tidak membenarkan hal itu.

"Tidak, anggaran untuk seleksi CPNS di BKD Kalteng sudah satu paket, mulai dari pemberkasan, SKD, SKB hingga nanti sampai dengan penyerahan SK CPNS. Jadi, tidak terganggu dengan penggunaan dana Covid-19," pungkasnya.

1

Editor :dar
Reporter : abw/ram