Djoko Tjandra


JAKARTA, KALTENGPOS.CO – Mabes Polri membantah video yang beredar terkait penangkapan koruptor kelas kakap, Djoko Tjandra tak diborgol.

Dalam video yang beredar itu, tampak Djoko Tjandra mengenakan baju kaos warna merah marun, celana pendek dan masker. Ia dikawal beberapa orang yang diduga aparat kepolisian.

Diduga, video itu diambil ketika Djoko Tjandra baru saja ditangkap di Malaysia.

“Itu serahterima di pesawat setelah itu baru dilakukan penangkapan, setelah penangkapan baru diborgol dan menggunakan baju tahanan,” kata Argo saat dihubungi Pojoksatu, Senin (3/8/2020).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu juga menyebut video viral tidak diborgolnya terpidana korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu bukan berarti perlakuan istimewa terhadap Djoko Tjandra.

Akan tetapi hal itu merupakan prosedur penyerahan terpidana Djoko Tjandra dari Polisi Diraja Malaysia. “Video viral JST tidak diborgol saat menuju pesawat karena JST Diamankan PDRM,” ungkap Argo.

Buron kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra alias Joko S Tjandra ditangkap oleh Bareskrim Polri, Kamis (30/7/2020).

Dalam penangkapan itu, Djoko Tjandra dijemput langsung oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Malaysia.

Sebelum ditangkap, Listyo mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa Djoko Tjandra berada di Malaysia. Atas informasi tersebut, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis bersurat ke Polis Diraja Malaysia untuk membantu proses penangkapan Djoko Tjandra.

“Bapak Kapolri mengirimkan surat ke Polis Diraja Malaysia untuk lakukan bersama-sama tindakan pencarian atas informasi yang bersangkutan atau target bisa diketahui,” kata Listyo.

Diketahui, Djoko Tjandra dinyatakan buron dan melarikan diri ke Papua Nugini setelah Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali Kejagung terkait kasus korupsi cessie Bank Bali pada 2009 lalu.

Majelis PK MA memvonis direktur PT Era Giat Prima itu bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana penjara. Selain itu, Joko Tjandra juga dihukum membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar, dirampas untuk negara.

Sehari sebelum putusan MA pada Juni 2009, Djoko diduga kabur meninggalkan Indonesia dengan pesawat carter dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby, Papua Nugini.

Djoko kemudian diketahui telah pindah kewarganegaraan menjadi Papua Nugini pada Juni 2012.

Setelah 11 tahun buron, Djoko Tjandra dikabarkan kembali ke Indonesia. Bahkan, Djoko Tjandra mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) terkait perkara yang menjeratnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 8 Juni 2020 lalu.

12

Editor : nto
Reporter : fir/pojoksatu/kpc